su-31 wrote:..enggak Pak, serius kok...
Saya kan pernah nanya ke Obien juga masalah Orientasi.
Cuma curious aja...
Kalo bicara bisa.., bisa yg bagaimana ?.., saya juga bisa nerbangin heli 3D.
Di kocok2 aja stick nya, ndak tau nanti terbangnya/jadinya apa...
Urusannya split second.., bingung dikit "which side goes where".., selesai kan ?.., tinggal serpihan.
Coba dong oom2 bagi2 cerita...
Apa yg dirasakan, dialami, dilakukan, antisipasi, action, reaksi dll dari para pernerbang whirlly bird 3D ?
Alo Pak Wisnu...salam hormat dulu de...

..suatu pertanyaan yang sangat dalam dan sulit untuk dijawab...saya coba uraikan sedikit berdasarkan apa yg saya alami secara umum saja...
Begini Pak...kalo menurut yang saya amati..ada 2 faktor paling menentukan untuk lebih menguasai whirly bird ..yaitu teknis dan psikologis..
Faktor Psikologis..sangat mempengaruhi sekali..ketenangan dan kecermatan dlm executing setiap manuver sangat mutlak.. ..
kalo ditanya soal apa yang dirasakan dan dialami..jujur saya akan jawab..sangat sulit untuk diungkapkan..beberapa kali saya crashed karena salah satunya adalah saya merasa kurang yakin tapi terlalu memaksakan diri,gugup dan over confidence...ketiga hal ini akan mengurangi kewaspadaan kita saat menerbangkan helicopter,dari sisi psikologis...yang nantinya akan mempengaruhi respon dan reaksi kita dalam controlling..
Untuk mengatasi semua tadi ada 2 cara yaitu keyakinan yang selalu saya tanamkan...bahwa I am the one who controlling helicopter, and Helicopter will not does the same to me(ini biasanya akan memberikan ketenangan buat saya) ...dan tetap waspada terhadap segala hal yg tak terduga...
Faktor teknis...misalkan..helicopter perlu dipersiapkan dgn cermat..baik dr sisi mechanical dan Control system...kemudian persediaan spare part mesti cukup,bilamana dibutuhkan,ini juga akan membuat kita percaya diri..
Simulator adalah modal dasar untuk belajar manuver baru,bukan itu saja..simulator mendidik kita tentang orientasi heli pada segala posisi dan meningkatkan kewaspadaan kita dalam menghadapi situasi chaos,dari sinilah antisipasi dan action akan didapatkan...
Contohnya..saya belajar menggunakan model Raptor 50 pada simulator yang nota bene lebih berat dan anteng daripada T-rex 450 yg biasa saya gunakan pada realnya...reaksi dr 2 jenis heli ini tidak sama secara teknis..tapi antisipasi dan action akan tetap sama..karena keduanya adalah 3D helicopters ato yg biasa disebut sebagai performance helis
Reaksi pilot terhadap helicopternya..wah..sulit sekali..tergantung bagaimana posisi heli dan respon dr heli itu sendiri...kalo saya si,berusaha untuk bereaksi dgn cepat..agar saya tidak dikalahkan oleh heli saya sendiri..hehehehe
Anda bole saja menggerakkan semua stick yg ada pada Tx..asalkan anda akan mengetahui juga saat yg tepat untuk melakukannya dan apa respon heli setelah itu...misalkan saat heli flip..sberapa lama Anda menahan salah satu cyclic control..lalu berapa pitch yg akan diaplikasikan...dan heli hendak Anda terbangkan ke arah mana..apakah heli akan dibuat tic-toc ato hanya sekedar inverted?..Jadi pada intinya..Anda mesti mengetahui apa respon heli Anda saat Anda memberikan input contol saat itu
Contoh yg terjadi pada saya..saya belajar untuk flip untuk inverted..di saat heli pada posisi vertical...saya salah memberi nilai pitch dgn nilai negatif...mestinya saya mesti memberikan nilai 0 deg...walhasil ..heli malah setengah tic-toc..dan Gubraaakkk..!!!...kesalahan saya adalah memberikan input control yg tidak benar dan timing yg tidak tepat .. kemudian saya tidak punya prediksi apapun kemana heli akan bergerak...maka itu diperlukan simulator
Demikian semoga bisa memberikan inspirasi bagi Anda...saya harap..hehehe
salam,
Budi