Page 2 of 3

Posted: 06 Jun 2007, 13:01
by agungf
Servo utk swash plate CCPM ada tiga: 2 depan, 1 blkg.

Coba gerakin stik aileron ke kiri atau kekanan. Perhatikan kalo 2 servo depan bergerak berlawanan satu ke atas satu kebawah, berarti gak usah direverse. kalo gak berlawanan, reverse salah satu

Gerakin stik elevator ke atas bawah. perhatikan kalo 2 servo depan dan servo blkg berlawanan. kalo gak berlawanan, reverse channel utk servo belakang.

Skrg, reversing sudah ok, tapi kalo arah nya masih salah spt stik ke kiri swash miring ke kanan atau stik ke atas swash miring ke belakang. utk mengaturnya jgn pake reverse menu lagi. Tapi pake menu Swash AFR (gak tau kalo hitec apaan menunya), coba2 aja ganti nilainya dari positif atau negatif sampe ketemu arah yg benar.

jgn lupa safety first....cabut kabel motor ketika nyetting

semoga manfaat om

Posted: 09 Jun 2007, 03:51
by puturai
coba dibaca dahulu buku manual heli anda, disitu terdapat penjelasan mengenai channel yang digunakan pada TX dan RX bawaan pabrik..
jika menggunakan TX dan RX berbeda silahkan membaca dahulu channel" yang digunakan menandakan kegunaaanya untuk apa.

berikut ada kegunaan channel dari bbrp merk Tx dan Rx:
HITEC/Futaba
ch1: Aileron
ch2: Elevator
ch3: Throttle
ch4: Rudder
ch5: optional(bisa untuk gyro sens jika menggunakan futaba GY401)
ch6: Pitch
ch7 dst optional saja

JR
ch1:Throttle
ch2:Aileron
ch3:Elevator
ch4:Rudder
ch5:optional(bisa untuk gyro sens jika menggunakan futaba GY401)
ch6:Pitch
ch7 dst optional saja

Posted: 09 Jun 2007, 04:32
by puturai
kalau udah bener tuh cara hubungin servo ke receiver baru setting di Txnya,.. sebagai saran untuk amannya saja, cabutlah kabel yang menghubungkan ESC dan Motor biar pas lagi setting ga muter motornya dan melukai kita seperti yang diungkapkan oleh om aria..

nah ini cara setting menurut saya:
Pastikan Tx dalam mode normal(tidak idle)
1. Nyalakan Tx dan Rx agar dapat melihat keadaan servo di Heli
2. coba gerak"an stick pada Tx apakah gerak servo sudah benar arahnya.. jika belum benar bisa dikarenakan beberapa hal, seperti belum benar menghubungkan servo, jenis swash pada Rx belum sesuai, atau juga bisa terbalik sehingga harus di reverse.
3. langkah selanjutnya adalah Atur nilai Pitch dalam keadaan linear
(0-50-100 ).
4. taruh posisi stick throttle di posisi tengah2 pada Tx anda
5. lihat apakah swashplate anda sudah center/rata antara kanan kiri dan depan belakang.
6. jika belum bisa menggunakan fitur subtrim pada Tx anda.. atau bisa juga merubah posisi horn servo agar serata mungkin sehingga nilai subtrimnya tidak besar.
7. jika sudah rata, dicek kembali dengan menggerak2an stick throttle ke atas dan ke bawah, kita bisa melihat apakah pergerakan naik dan turun servo sama rata.. jika belum bisa merubah panjang lingkage, biasanya bisa lihat panjang di buku manual dan diukur dengan penggaris apakah sudah sesuai.. jika ingin akurat bisa menggunakan sigmat. tetapi jika sudah benar dan horn servo sudah rata bisa dengan cara manual, mengira2 panjang dari lingkage agar swashplate sama rata semuanya.
8. jika langkah no7 sudah dilakukan dengan benar, kita selanjutnya melakukan set pitch.. untuk hal ini memang dibutuhkan alat yang namanya pitch gauge untuk mengukur nilai pitchnya.. bisa juga dengan menggunakan busur derajat plastik yang murah agar minimalis :) pada keadaaan swashplate rata, main blade harus menunjukan nilai 0 derajat pada pengukuran.. kemudian pada keadaan stick throttle di naikan penuh keatas harus dapat mencapai nilai 10derajat atau lebih pada pengukuran. dan sebaliknya pada stick throttle minimum atau di paling bawah dapat mencapai nilai -10derajat atau lebih.. untuk mencapai nilai ini pada pengukuran dapat mengeset dengan cara mengatur panjang dari lingkage yang menghubungkan antara swashplate dan blade holder. ini merupakan permainan logika saja, karena terdapat dua lingkage yang panjangnya berbeda. lakukan hal ini pada masing2 blade..
9. jika sudah dapat mengeset pitch dan mendapatkan nilainya berarti kita sudah mendapatkan point normal, max dan min dari pitch pada suatu heli.. nah selanjutnya kita dapat melihat apakah heli tersebut stripping atau tidak antara blade yang satu dengan yang lainnya dengan cara menghubungkan kabel ESC dan motor, jangan lupa untuk menaruh posisi throttle stick pada posisi minimum atau paling bawah ingat safety first. tandai blade dengan menggunakan sticker yang didapat atau juga bisa dengan spidol yang berbeda warna pada masing" blade jika blade yang digunakan berwarna terang sperti putih dll. jangan lupa untuk menimbang berat dari masing" blade, buat sedemikian rupa agar masing" blade seimbang beratnya.. nah setelah itu baru kita pasang blade ke blade holder dan nyalakan motor pada rpm yang cukup kencang agar dapat melihat apakah blade stripping atau tidak.. jika stripping lakukan penyetelan lingkage pada salah satu blade holder saja..
10. jika semua langkah diatas baru kita dapat melakukan penyetelan pada parameter pitch curve dan trottle curve pada mode normal dan idle.
11. jika seting pada bagian rotor head sudah selesai kita baru dapat melanjutkan dengan setting rudder.. pastikan penempatan servo rudder sudah benar dan horn servo rudder center.. ini agak rumit sepertinya, setting rudder itu gampang"susah tapi sederhananya saja seperti ini, buat agar servo horn dengan linkage membentuk sudut 90 derajat begitu pula halnya pada linkage dan horn pada tail blade membentuk sudut 90 derajat. jika sudah mendapatkan poinnya lanjutkan dengan mengeset agar kurang lebih pitch +5derajat pada tail blade( center hubnya agak mendekati tail casing,, tapi kasus ini hanya pada heli yang putaran baling"nya searah jarum jam saja) kencangkan servo mount agar posisinya tidak berubah. bagi yang sudah senior mungkin berbeda cara setting rudder pada helinya.. gerakan stick rudder(ini hanya pada kasus heli yang tail bladenya berada di sebelah kanan tail casing dan putaran rotor head searah jarum jam) jika digerakan ke kanan harus center hub harus bergerak ke arah tail casing.. jika digerakan kekiri harus bergerak menjauhi tail casing. ini teorinnya..
12.ini hanya untuk mengecek apakah gyro bekerja dengan benar yaitu dengan cara memegang heli dan memutar ke arah kanan(kebalikan arah jarum jam), center hub harus bergerak ke dalam( ke arah tail casing) jika tidak berarti gyro harus di reverse.. ingat gyro yang d reverse bukan channel rudder yang di reverse.. channel rudder hanya di reverse jika pada langkah 11 tidak sesuai..

setelah melakukan setting di atas dan mengatur nilai pitch dan throttle curve dengan benar heli siap di terbangkan.. :) semoga dapat membantu om antolorent dan teman" lainnya.. om" senior mungkin mau menambahkan biar lebih baik lagi hehehehe maklum ini juga settingan begginer [-o<

Posted: 09 Jun 2007, 04:33
by puturai
mau nambahin nih, berikut adalah nilai dari paramete pitch dan throttle curve..
nilai pitch curve =
mode : normal
point 1 : 30
point 2 : inh
point 3 : 75
point 4 : inh
point 5 : 100

mode : idle
point 1 :0
point 2 :25
point 3 :50
point 4 :75
point 5 :100

Throttle Curve =
mode : normal
point 1 : 0
point 2 : 45
point 3 : 65
point 4 : 85
point 5 : 100

mode : idle
point 1 : 100
point 2 : 100
point 3 : 100
point 4 : 100
point 5 : 100

Posted: 09 Jun 2007, 04:39
by puturai
oh iya mau nambahin lagi nih, dalam kaaus heli CCPM, untuk model radio yang lebih baik spt HITEC/FUTABA dan JR terdapat jenis swash yang harus kita pilih, disini dalam menghubungkan servo ke channel aileron dan pitch dapat dibuat sesuka kita lebih suka yang mana.. ini memang aga memusingkan kepala tetapi dapat di set di Tx nantinya agar gerak swashplate optimal.. setelah melakukan basic setting mungkin dapat dilakukan dengan setting selanjutnya seperti merubah nilai parameter pada swash, travel adjustment atau end point adjustment[EPA], dual rate, exponential, gyro sensitivity, dsb. agar heli kita lebih optimal lagi waktu di kontrol.. nah untuk masalah ini om" senior saya harap mau berbagi dengan junior"nya hehehe jika ada yang tidak benar atau kurang baik om" senior perbaikin yah.. maklum saya juga masi pemula:)

Posted: 09 Jun 2007, 07:48
by e12ry
Boss
1. dilihat pulley depan yg gear bawahnya nyambung ke gear rotor head... kalo di trex sih sering lepas.... alias gear bawah puleynya muter ngikut sama gear rotor head tapi shaft kecil yg menghubungkan gear ke puley belt untuk ke ekor kendor.... jadi buntutnya muter cuman ngga ada torque.... mengakibatkan buntut muter2 terus se arah rotor headnya.... karena ngga ada kekuatan nahan....
kalo puleynya kendor... mau di setel kaya apa juga percumah... makanya pastikan puley bener2 tight.... karena itu menurut saya cukup berbahaya.. (since sya udah lepas 10 kali and hampir nabrak saya)

2. cek Belt tension jangan kenceng2.... ngga bisa muter....

3. Transisi belt dari vertical ke horisontal sudah benar belum.... 90 derajat ke kanan ato ke kiri....

i think thats all kalo udah di jalanin semua sih harusnya beres ya boss...

Posted: 17 Jul 2007, 15:35
by Sulistiyo
Jika ingin bikin sendiri Pitch Gauge berikut linknya lengkap dengan sekt gambar dan fotonya
http://www.dream-models.com/pitchGauge.html

Semoga bermanfaat

Posted: 18 Jul 2007, 11:41
by Sulistiyo
Om-om senior mohon pencerahannya cara setting Pitch main blade secara keseluruhan untuk segala kondisi dari tak berangin hingga berangin dari yang mo sekedar hover hingga invert... thanks

Posted: 18 Jul 2007, 12:30
by x wing
wah kalo udah ngomongin settingan yang satu ini mumet & gregetan... tapi kalo udah ketemu pas nya wwwiiiiihhhh MUANTAAAABB

Posted: 18 Jul 2007, 14:59
by Sulistiyo
iya nih om kris... dari dulu ngga gape-gape nyetting yang bener....