Re: Mengapa kita memilih Elektrik power dibanding Engine power ?
Posted: 28 Nov 2008, 19:09
ceklek..klik,....mabur....

Komunitas Aeromodelling Nusantara
http://gaero.org/arsip/
irsansaputra wrote:Nimbrung lagi nih bapak-bapak,
Sejujurnya saya punya opini yang udah patent, jadi sebelum pada intinya, saya menyampaikan mengenai pendapat Rotary wing dan Fix wing itu ya dari pengalaman pribadi bagaikan keluarga punya anak 2 orang terdiri dari 1 cowok dan 1 cewek. Jadi punya sepasang ya komplit lah sudah.
Lalu pada inti topic ini, saya menggariskan sederhana saja, kalo ukuran Heli/Pesawat kecil saya sarankan menggunakan Electric Powered, karena perbandingan power to weight rationya udah pasti lebih baik. Contoh nya Heli 450 bagaimanapun yang elektrik lebih mantap daripada yang engine, dalam arti tenaga selalu tersedia dan lebih spontan.
Ukuran kecil sebatas heli 450 dan kelas 500.
Lalu untuk ukuran besar (kelas 50 ke atas) saya lebih suka engine, karena semata2 dari sisi cost! Mengapa dengan cost?!? Jawabnya sederhana saja, kalo pada heli engine kita crash maka resiko bahan bakar (nitro) yang terbuang ya cuma sebesar tangki Heli saja. Namun bila heli besar adalah electric powered maka bila crash maka bahan bakar (lipo battery) yang resiko terbuang adalah senilai Lipo 1 unit utuh tersebut yang cukup mahal. Kalau nitro kan tidak 1 gallon ikut terbang bukan? Tapi Lipo kan nggak mungkin Heli pake 6 cell bisa terbang pake 1 cell dulu! Itu saja alasan simple saya. Tapi kembali lagi, kalo Heli/pesawat ukuran kecil jawaban saya mutlak Electric Powered.
Jawaban saya bisa disejajarkan dengan mengapa Tank adalah Diesel dan menggunakan roda berantai sedangkan Panser adalah Gasoline engine dan beroda karet?! Panser adalah kendaraan penyusup dalam kota, yang seyogyanya dibuat sehening mungkin supaya kehadirannya tidak diketahui. Namun Tank kendaraan penyerbu yang penting tenaga kuat dan powerfull jadi berisik nggak apalah yang penting penyerbuan berhasilMaaf kalo dianggap OOT, tapi saya pikir ada korelasi nya supaya pemikiran lebih mudah.
Mohon tanggapan biar lebih menarik dari rekan-rekan.
Salam
Yoiii... he..he..he..Kang Dadan wrote: memang minimalis realistis ya Om
sepertinya sudah final nih jawabannya...irsansaputra wrote:Nimbrung lagi nih bapak-bapak,
Sejujurnya saya punya opini yang udah patent, jadi sebelum pada intinya, saya menyampaikan mengenai pendapat Rotary wing dan Fix wing itu ya dari pengalaman pribadi bagaikan keluarga punya anak 2 orang terdiri dari 1 cowok dan 1 cewek. Jadi punya sepasang ya komplit lah sudah.
Lalu pada inti topic ini, saya menggariskan sederhana saja, kalo ukuran Heli/Pesawat kecil saya sarankan menggunakan Electric Powered, karena perbandingan power to weight rationya udah pasti lebih baik. Contoh nya Heli 450 bagaimanapun yang elektrik lebih mantap daripada yang engine, dalam arti tenaga selalu tersedia dan lebih spontan.
Ukuran kecil sebatas heli 450 dan kelas 500.
Lalu untuk ukuran besar (kelas 50 ke atas) saya lebih suka engine, karena semata2 dari sisi cost! Mengapa dengan cost?!? Jawabnya sederhana saja, kalo pada heli engine kita crash maka resiko bahan bakar (nitro) yang terbuang ya cuma sebesar tangki Heli saja. Namun bila heli besar adalah electric powered maka bila crash maka bahan bakar (lipo battery) yang resiko terbuang adalah senilai Lipo 1 unit utuh tersebut yang cukup mahal. Kalau nitro kan tidak 1 gallon ikut terbang bukan? Tapi Lipo kan nggak mungkin Heli pake 6 cell bisa terbang pake 1 cell dulu! Itu saja alasan simple saya. Tapi kembali lagi, kalo Heli/pesawat ukuran kecil jawaban saya mutlak Electric Powered.
Jawaban saya bisa disejajarkan dengan mengapa Tank adalah Diesel dan menggunakan roda berantai sedangkan Panser adalah Gasoline engine dan beroda karet?! Panser adalah kendaraan penyusup dalam kota, yang seyogyanya dibuat sehening mungkin supaya kehadirannya tidak diketahui. Namun Tank kendaraan penyerbu yang penting tenaga kuat dan powerfull jadi berisik nggak apalah yang penting penyerbuan berhasilMaaf kalo dianggap OOT, tapi saya pikir ada korelasi nya supaya pemikiran lebih mudah.
Mohon tanggapan biar lebih menarik dari rekan-rekan.
Salam
Gasser saya pikir kelas tersendiri ya, baik dari segi harga maupun kenikmatannya. Namun ironisnya dari segi harga bbm memang ekonomis berhubung bbm nya tersedia umumAdnan_Mokodompit wrote:sepertinya sudah final nih jawabannya...
kecil (500 ke bawah) pake batre...
besar (600 ke atas) pake nitro...
kalo gasser dimana dong tempatnya om...?
makasih dimas review nya...DIMAS wrote:Salam kenal..
Untuk pesawat dan heli kecil setuju elektrik.
Kalau tujuan untuk kompetisi f3a (airplane) saya lebih setuju elektrik karena:
1. Kemungkinan engine fail sangat kecil (perubahan suhu, dll)
2. Getaran pesawat sangat kecil (bahkan tidak ada)
3. Posisi CG pesawat tidak berubah (biasanya CG berubah kalau fuel sdh mulai habis)
4. Tenaga sangat responsif dan besar.
5. Tapi Berat keseluruhan sangat riskan karena mendekati 5kg (aturan max FAI)
Untuk heli masih dalam penyempurnaan karena:
1. Kemampuan batere saat ini ( 10 cell, 5350mah) tidak cukup untuk maneuver f3c keseluruhan +- 8 menit.
2. Di jepang masih diuji coba untuk baterenya (2 x 6 cell, kap > 5350mah)
salam