Mumpung suhu lagi di tempat.... Mau nanya om Christo, kalau enjin yang biasa hidup susah dari awal break in (0% nitro) terus pakai yang 15% Nitro apakah masih bisa balek kembali pakai 0% nitro dengan performa yang seperti sediakala?christoffel wrote:itu setelah di campur nitro, jadinya 3.75% nitro. kalo engine udah biasa pake 15% nitro sekarang dikasih 3.75% ya pasti batuk pak.
nggak ada obatnya, kecuali ganti liner + seker ... dan break in ulang.
Fuel Oplosan
Moderator: sudjai sarmo
- MrDoms
- Captain

- Posts: 3196
- Joined: 18 Jan 2007, 13:50
- Location: Pekanbaru
Re: Fuel Oplosan
- christoffel
- Chief Master Sergeant

- Posts: 1547
- Joined: 04 Jan 2008, 13:42
- Location: Pondok Chandra Surabaya
Re: Fuel Oplosan
kena kulit sih nggak apa2 ...didin wrote:Mau nanya juga....
Mohon penjelasan mengenai aspek keselamatan bahan oplos ini:
Sifat bahan setelah diracik......?
Apa yang dilakukan bila terkena kulit....terpercik mata.....bahkan mungkin terminum.....?
Wadah dan cara penyimpanan yang aman.....?
setelah selesai cuci tangan pake sabun, dah beres.
kalo kena mata, ya bahaya ... perih banget. segera basuh dg air bersih sebanyak2nya.
saya sendiri biasanya baru cuci tangan setelah pulang dari lapangan.
lucunya, kalo saya habis terbang nggak cuci tangan + muka sampai sore, besoknya pasti deh muncul jerawat. :
)
nyimpan ? biasa aja tuh ... saya taruh di ruang pojokan ruang kerja ... kumpul sama pesawat2 dan heli saya
- christoffel
- Chief Master Sergeant

- Posts: 1547
- Joined: 04 Jan 2008, 13:42
- Location: Pondok Chandra Surabaya
Re: Fuel Oplosan
wah ... ya udah nggak bisa balik lagi pak. ini yg tadi saya bilang mesti ganti baru liner + seker nyaDoms wrote:Mumpung suhu lagi di tempat.... Mau nanya om Christo, kalau enjin yang biasa hidup susah dari awal break in (0% nitro) terus pakai yang 15% Nitro apakah masih bisa balek kembali pakai 0% nitro dengan performa yang seperti sediakala?christoffel wrote:itu setelah di campur nitro, jadinya 3.75% nitro. kalo engine udah biasa pake 15% nitro sekarang dikasih 3.75% ya pasti batuk pak.
nggak ada obatnya, kecuali ganti liner + seker ... dan break in ulang.
aturan dasarnya, engine boleh dikasih BBM dg nitro lebih tinggi (kalo kita disini bilang naik kelas) tapi nggak bisa sebaliknya.
logikanya, pada kondisi nitro yg lebih tinggi, seker dan liner sudah tergerus, jadi nggak bisa balik lagi.
- MrDoms
- Captain

- Posts: 3196
- Joined: 18 Jan 2007, 13:50
- Location: Pekanbaru
Re: Fuel Oplosan
oke om, thanks berat infonya.... sangat berguna..
berarti kalau enjin dah biasa main 0% nitro, nggak usah ngoyo pengen coba pake nitro...... mesti harus tetap prihatin... hehehe...
berarti kalau enjin dah biasa main 0% nitro, nggak usah ngoyo pengen coba pake nitro...... mesti harus tetap prihatin... hehehe...
- christoffel
- Chief Master Sergeant

- Posts: 1547
- Joined: 04 Jan 2008, 13:42
- Location: Pondok Chandra Surabaya
Re: Fuel Oplosan
sedikit sharing :
semua engine saya (hanya merek OS) nggak pake nitro dari baru (break in)
prosedur break in saya (ABC type) memang nggak sama dg buku petunjuk, mungkin bisa membantu rekan2, terutama untuk yg mau pake oplosan tanpa nitro: (
mohon maaf moderator, kalau salah ruang, monggo dipindahin saja)
mesin di start, dan jalan dalam kondisi rich dan dengan beban prop sedikit lebih kecil dari normalnya.
dalam tiap periode 1 menit, di akhir periode mesin di setel lean beberapa detik (mulai dari 5 detik) dan bertambah lama.
tujuannya agar mesin mengalami kondisi panas normal dan memuai.
setelah 5 periode, mesin harus dimatikan dan ditunggu sampai bener2 dingin, sebelum di nyalakan kembali.
setelah 4 x 5 periode, mesin sudah bisa digunakan untuk terbang (setelan agak rich).
jadi kira2 begini :
1 di start, nyala rich 55 detik ... spuyer ditutup sampe peak / hampir peak 5 detik ...
2 spuyer dibuka rich lagi 54 detik ... spuyer ditutup sampe peak / hampir peak 6 detik ...
3 spuyer dibuka rich lagi 53 detik ... spuyer ditutup sampe peak / hampir peak 7 detik ...
4 spuyer dibuka rich lagi 52 detik ... spuyer ditutup sampe peak / hampir peak 8 detik ...
5 spuyer dibuka rich lagi 51 detik ... spuyer ditutup sampe peak / hampir peak 9 detik ...
6 mesin dimatikan.
7 stirahat dulu nunggu mesin dingin betul, sambil ngobrol2 sama rekan2 di lapangan .... sukur2 kalo sempet ngopi ..
prosedur diatas diulang lagi kira2 4 kali.
pesawat sudah bisa dipakai terbang dg setelan agak rich sampai kira2 10 tangki sebelum diperbolehkan peak.
tujuan prosedur diatas agar mesin mengalami muai-susut berkali2 (tapi nggak sampai over heat) sehingga mencapai form factor yg stabil.
menurut teorinya, mesin baru (habis keluar dari CNC) memang sudah presisi, tapi saat memuai ukurannya bertambah besar, lalu setelah dingin menyusut, tapi belum tentu kembali ke bentuk/ukuran asalnya (karena faktor stress saat proses ...). Jadi setelah di lakukan break in diatas, di harapkan bentuk dan ukuran mesin sudah stabil sehingga saat memuai dan menyusut sudah tidak mengalami deformasi lagi.
sampai saat ini, hasilnya memang mantap dan memuaskan ...
nb: mesin type ABC (termasuk juga type ABL) saat panas, liner memuai/membesar lebih banyak dari piston/seker.
jadi saat over heat mesin cenderung lose power, bukan malah jam. ini kebalikan dari mesin2 non ABC yg saat over heat malah jam/ceket.
saat mesin dingin, bisa kita rasakan saat diputar tangan, pada posisi piston di TMA terasa sangat berat.
semua engine saya (hanya merek OS) nggak pake nitro dari baru (break in)
prosedur break in saya (ABC type) memang nggak sama dg buku petunjuk, mungkin bisa membantu rekan2, terutama untuk yg mau pake oplosan tanpa nitro: (
mohon maaf moderator, kalau salah ruang, monggo dipindahin saja)
mesin di start, dan jalan dalam kondisi rich dan dengan beban prop sedikit lebih kecil dari normalnya.
dalam tiap periode 1 menit, di akhir periode mesin di setel lean beberapa detik (mulai dari 5 detik) dan bertambah lama.
tujuannya agar mesin mengalami kondisi panas normal dan memuai.
setelah 5 periode, mesin harus dimatikan dan ditunggu sampai bener2 dingin, sebelum di nyalakan kembali.
setelah 4 x 5 periode, mesin sudah bisa digunakan untuk terbang (setelan agak rich).
jadi kira2 begini :
1 di start, nyala rich 55 detik ... spuyer ditutup sampe peak / hampir peak 5 detik ...
2 spuyer dibuka rich lagi 54 detik ... spuyer ditutup sampe peak / hampir peak 6 detik ...
3 spuyer dibuka rich lagi 53 detik ... spuyer ditutup sampe peak / hampir peak 7 detik ...
4 spuyer dibuka rich lagi 52 detik ... spuyer ditutup sampe peak / hampir peak 8 detik ...
5 spuyer dibuka rich lagi 51 detik ... spuyer ditutup sampe peak / hampir peak 9 detik ...
6 mesin dimatikan.
7 stirahat dulu nunggu mesin dingin betul, sambil ngobrol2 sama rekan2 di lapangan .... sukur2 kalo sempet ngopi ..
prosedur diatas diulang lagi kira2 4 kali.
pesawat sudah bisa dipakai terbang dg setelan agak rich sampai kira2 10 tangki sebelum diperbolehkan peak.
tujuan prosedur diatas agar mesin mengalami muai-susut berkali2 (tapi nggak sampai over heat) sehingga mencapai form factor yg stabil.
menurut teorinya, mesin baru (habis keluar dari CNC) memang sudah presisi, tapi saat memuai ukurannya bertambah besar, lalu setelah dingin menyusut, tapi belum tentu kembali ke bentuk/ukuran asalnya (karena faktor stress saat proses ...). Jadi setelah di lakukan break in diatas, di harapkan bentuk dan ukuran mesin sudah stabil sehingga saat memuai dan menyusut sudah tidak mengalami deformasi lagi.
sampai saat ini, hasilnya memang mantap dan memuaskan ...
nb: mesin type ABC (termasuk juga type ABL) saat panas, liner memuai/membesar lebih banyak dari piston/seker.
jadi saat over heat mesin cenderung lose power, bukan malah jam. ini kebalikan dari mesin2 non ABC yg saat over heat malah jam/ceket.
saat mesin dingin, bisa kita rasakan saat diputar tangan, pada posisi piston di TMA terasa sangat berat.
- Ary
- Senior Master Sergeant

- Posts: 1107
- Joined: 16 Feb 2007, 21:10
- Location: Bali
Re: Fuel Oplosan
waduh keluar dah jurus simpanan suhu Chris ni.... cocok diterapkan saat harga fuel lagi melambung...
engine dgn fuel tanpa nitro pun bisa sangat bagus unjuk kerjanya.... asal tahu prosedurnya
engine dgn fuel tanpa nitro pun bisa sangat bagus unjuk kerjanya.... asal tahu prosedurnya
- toto
- Colonel

- Posts: 6656
- Joined: 16 May 2007, 10:45
- Location: Cibinong
- Contact:
Re: Fuel Oplosan
Om Chris, teng kyu berat ya atas pencerahannya dan kuncinya adalah kualitas bahannya seperti tertera di alinea terakhir, nah nanya dikit lagi boleh ya om:christoffel wrote:nggak ada yg khusus pak.toto wrote:Para peracik, sekalian numpang tanya ngaduk nya gimana caranya agar antar 20% castor dan 80% metanol bener2 blended dan apa ciri2nya kalo memang sudah bersenyawa dengan sempurna.
Teng kyu
saya kalo beli di brataco, kemasan jerigen plastik 20 liter. (castornya juga sama kemasannya)
cara mencampurnya kalo saya :
- sediakan jerigen 25 liter
- ukur dan tuangkan castor 5 liter
- masukkan seluruh methanol 20 liter tadi
- campuran total jadi 25 liter, dan dalam jerigen 25 liter tadi masih ada sisa ruang
- tutup rapat jerigen, lalu di bolak balik kira2 5 kali. jangan cepat2, sekali bibalik trus tunggu bentar supaya proses pencampuran bisa merata.
- campuran sudah siap pakai.
kalau bahan2 nya bagus, methanol dan castor sangat mudah tercampur, dan bener2 homogen. artinya biarpun saya simpan ber bulan2 nggak akan misah lagi. kalau disimpan lama trus castor mengendap, artinya campuran tersebut nggak murni methanol dan castor.
1. umumnya di toko2 bahan kimia tuh mutu yang lebih rendah biasanya castornya atau methanolnya
2. apa ciri2 bahan yang bermutu rendah baik castor maupun methanolnya dan merk apa pada umumnya yg mendekati bagus
3. seandainya hanya tersedia yang bermutu rendah cara apakah yang paling optimal untuk meningkatkan mutunya
Terima kasih sebelumnya om Chris
Salam
- christoffel
- Chief Master Sergeant

- Posts: 1547
- Joined: 04 Jan 2008, 13:42
- Location: Pondok Chandra Surabaya
Re: Fuel Oplosan
biasanya methanolnya yg kurang baik pak. ada yg di campurin air lagi, ada juga yg tercemar bahan lain dari kemasannya.
yg pernah saya alami, methanol jadi nggak bisa nyampur homogen dg castornya.
untuk meningkatkan kembali mutu methanol yg kurang, ? ... ya di kasih nitro lagi pak ...
(untuk kasus II nggak ada obatnya pak)
dulu waktu belum ada methanol kemasan, saya suka nambahin nitro dikit, kira2 jadi 1% - 2%, cuman buat kompensasi mutu methanol yg kurang tadi.
yg pernah saya alami, methanol jadi nggak bisa nyampur homogen dg castornya.
untuk meningkatkan kembali mutu methanol yg kurang, ? ... ya di kasih nitro lagi pak ...
dulu waktu belum ada methanol kemasan, saya suka nambahin nitro dikit, kira2 jadi 1% - 2%, cuman buat kompensasi mutu methanol yg kurang tadi.
- christoffel
- Chief Master Sergeant

- Posts: 1547
- Joined: 04 Jan 2008, 13:42
- Location: Pondok Chandra Surabaya
Re: Fuel Oplosan
@ Ary ...
waduh, sorry berat boss ... lupa minta ijin buka resep rahasianya ...

buat rekan2 yg lain, itu cara break in engine diatas memang konsepnya saya dapat dari suhu Ary, yg saat2 awal belajar terbang memang udah jadi tutor saya ...
waduh, sorry berat boss ... lupa minta ijin buka resep rahasianya ...
buat rekan2 yg lain, itu cara break in engine diatas memang konsepnya saya dapat dari suhu Ary, yg saat2 awal belajar terbang memang udah jadi tutor saya ...
- setyo antarikso
- Technical Sergeant

- Posts: 536
- Joined: 01 Apr 2008, 12:33
- Location: Jakarta Timur
- Contact:
Re: Fuel Oplosan
Saya masih kurang jelas, apakah nyala rich kondisi mesin idle? Kemudian spuyer ditutup apakah full throttle? Atau idle semuanya kondisinya?christoffel wrote:sedikit sharing :
jadi kira2 begini :
1 di start, nyala rich 55 detik ... spuyer ditutup sampe peak / hampir peak 5 detik ...
2 spuyer dibuka rich lagi 54 detik ... spuyer ditutup sampe peak / hampir peak 6 detik ...
3 spuyer dibuka rich lagi 53 detik ... spuyer ditutup sampe peak / hampir peak 7 detik ...
4 spuyer dibuka rich lagi 52 detik ... spuyer ditutup sampe peak / hampir peak 8 detik ...
5 spuyer dibuka rich lagi 51 detik ... spuyer ditutup sampe peak / hampir peak 9 detik ...
6 mesin dimatikan.
7 stirahat dulu nunggu mesin dingin betul, sambil ngobrol2 sama rekan2 di lapangan .... sukur2 kalo sempet ngopi ..![]()
Kemudian untuk setiap kondisi, misal rich 55 detik, lean 6 detik..kondisi tersebut dicapai dalam 1 tangki?
Terus juga kalau untuk engine heli bagaimana perlakuannya?
terimakasih Om Christoffel buat masukannya..