coyo wrote:Abi Ghiffa wrote:Prabowo wrote:yoi om arif, di magelang ibu vera lumayan banyak stock, saya juga ambil dari dia buat project terry the trainer saya.
nah om semua ada yang punya referensi gimana konstruksi alat sawmill balsa nggak yah?
satu saat sepertinya saya perlu tahu deh. saya sedang menanam pohon2 balsa dan sekitar 2 tahun lagi layak tebang.
sepertinya kalau kita bisa menyediakan sendiri kebutuhan workshop akan lebih baik, ya meski kualitas lembarannya tak akan sebagus balsa
aussie yang biasa kita jumpai di LHS. mohon info kalau ada yang punya pengetahuan ttg alat pemotong balsa itu...
trims..
Wah saya malah tertarik sama konsep om Bowo nich,..saya minat beli bibitnya dimana yach ???
Secara Bumi Indonesia ini negara agraris, kok masih impor kayu, kalo dapet benihnya dikampung ada tanah lowong dikit mau saya tanemin Balsa saja,biar jadi lebih merasa cinta aeromodelling,..
Ditunggu infonya .
kayunya sih banyak, ngolahnya aza yg gak(belum) bisa. Setau saya balsa itu sama ato mirip dengan kayu albasiah / sengon / ato apalah nama daerahnya, yg biasa dipake buat peti buah. Klo yg biasa buat aeromodelling kayu tersebut dikeringkan dulu dengan oven khusus sampai kadar air tertentu, terus dipotong tipis2. Bahan baku kayunya sih cukup murah, yg bikin mahal mengolah & motong tipis2nya
salam...
Om coyo.. balsa bukan dari keluarga Albasia..
Albasia di daerah jawa tengah bagian selatan di kenal dengan nama, "ALBA', atau "KALBA" atau di kebumen "Besikar" atau ada yang sebut "Sengon" atau "sengon laut".
Nah saya pernah pakai kayu ini waktu smp, dan kayu ini memang sering dipakai menjadi bahan kayu kemas sepertri tong gula atau bahkan tong telur. lumayan ringan tapi berat jenisnya masih terlalu berat. Bahkan saya pernah pakai kayu "WARU" dan "RANDU" tapi tetap sama juga.
Nah balsa ini termasuk FGT kata teman dari fakultas kehutanan UGM, di merupakan bagian dari fast growing tree dan ada beberapa jenis yang masuk di indonesia pada jaman belanda, persebarannya memang tidak merata, di daerah tasik dan jawa barat sekitarnya juga ada di beberapa perkebunan lama yang dulu dikelola belanda..
nah menariknya....balsa punya kemiripan dengan beberapa varitas kayu lokal di indonesia, baik dari bentuk daun dan bentuk juga warna batang, juga habitat tumbuhnya. Tanah dengan kelembababan tinggi dan daerah dengan curah hujan tinggi sangat bagus untuk mengisi "cell'cell" balsa semaksimal mungkin dengan air agar
berat jenisnya tinggi saat masih basah, tetapi akan turun drastis setelah proses open, atau kiln drying. Kemiripan balsa secara fisik yang pertama adalah "WARU" dan yang kedua "WISNU". Wisnu termasuk cepat tumbuhnya dibandingkan dengan ALbasia sekalipun, dia (wisnu) punya kecenderungan tumbuh lurus, benar benar lurus..
Selain balsa, saya sedang mencoba mengembangkan wisnu juga di lahan kosong milik kakek saya, tetapi sepertinya hanya akan masuk dalam konstruksi badan pesawat menggantikan SPAR atau Hard Balsa.
Saya tak coba up load dulu beberapa foto berkaitan dengan pencarian saya dengan balsa dari jogja dan beberapa varitas kayu lokal yang saya ceritakan tadi, agar ada sedikit gambaran.
Tapi benar, kita negara tropis, dan masa kita terima begitu saja selalu import balsa dari negara yang gapunya tropical rainforest kayak kita...????
makanya saya udah coba ngubek ubek kemana mana cari nfo ini, sembarang kayu lokal, asal ringan saya pikir masih bisa kita usahakan, kalaupun harus balsa maka sebisa mungkin jangan selalu import he.he...
salam...