ya selama saya masih di jogja saya sebisa mungkin menimba ilmu sebanyaknya ke beliau.
om sakti kalau yang di depan sma piri itu biasanya berbunga bulan apa yah....?
pak arif maaf saya tidak menjual kayu balsa..
benar om night fox, cara menyerut pernah terfikirkan juga, sederhananya, kita potong dulu
balsa balok sesuai ukuran standar kemudian kita potong semaksimal kita bisa mendekati
ukuran ketebalan yang kita inginkan baru kemudian diserut sampai ukuran matang.
nah sebagai gambaran disinilah letak masalah pemotongan tersebut.
oh ya ada beberapa gambaran tentang kayu kayu yang saya bicarakan kemarin,
ini adalah 2 dari balsa yang saya bawa dari jogja, 2 balsa ini ditanam di halaman belakang rumah
ini adalah foto saat akan ditanam, tanggal 20 april 2008. tangan saya sebagai perbandingan.
dan ini gambar dibawah ini saya ambil tanggal 4 juli 2008, dalam jangka 3 bulan perkembangan pohon
ini memang sangat kasat mata, meski ditanam di lingkungan yang jelas kurang mendukung
dibanding dengan habitat aslinya.
dan kayaknya jenis balsa yang kita dapat berbeda deh om sakti dengan yang dikembangkan di amerika selatan sana
di gambar ini kelihatan jelas beda dari tunas daun baru yang tumbuh,
ini balsa yang saya tanam
dan ini diambil dari website
dan foto berikut membandingkan beberapa kayu varitas lokal yang kemarin saya ceritakan.
ini adalah kayu wisnu, sebagai tambahan kadang juga disebut "kayu kembang", kenapa? karena saat musim
berbunga, wisnu paling mencolok dibandingkan tumbuhan lain disekitarnya dengan bunga putih
yang mendominasi pucuk daunnya dan masih kelihatanmeski dilihat dari jauh. pengrajin
topeng juga memanfaatkan kayu ini karena topeng akan ringan dipakai dan mudah dipahat
saat pembuatannya. di daerah saya kayu ini tidak begitu terpakai sebagai kayu pertukangan justru karena sifat
ringan nya tersebut.
kayu wisnu
daun wisnu
batang
gambar dibawah ini adalah kayu waru, kalau masyarakat sekitar cirebon brebes tegal akan gampang menemukan
kayu ini dihampir tiap pojok pekarangan, sebagai kayu bakar.
waru
dari 3 kayu tersebut hanya perbandingan bentuk daun nya lah yang paling mendekati kesamaan,
setidaknya bentuk dasar dari daunnya. saya tetap masih penasaran akan pertanyaan punyakah kita
kayu varitas lokal yang setidaknya bisa mengurangi ketergantngan kita dengan balsa,
atau setidaknya ketergantungan akan balsa import. masih begitu susah dijawab memang, karena
balsa import dihasilkan dari perkebunan yang dikelola sedemikian rupa sehingga balsa yang dihasilkan
begitu prima, bandingkan dengan balsa lokal yang sering kita beli.... melihat arah serat dan hasil
potongan nya untuk dapat mengklasifikasikan masuk grade A, B, atau C saja susah.... belum lagi
melintir dan sebagainya... tapi saya yakin itu hanya masalah tehnis dan masih bisa kita
cari solusinya. We live in a tropical paradise....
oya om coyo...
tentang penelitian kayu lokal dari ITB saya masih punya koleksi dari angkasa tahun 1996
no 9. kayu yang dimaksud tersebut adalah kayu "Damar" atau Agathis. wah...... padahal
kalau benar kayu tersebut waktu masih naik turun gunung saya temui kayu tersebut banyak
di lereng selatan Gunung Slamet, sebagai kayu penghasil getah damar di hutan yang dikelola
perhutani KPH Banyumas timur, tentu saja pasti ada juga di hutang pangkuan perhutani yang lain.
dari 4000 kayu yang ada di indonesia ada 23 kayu yang diteliti tim ITB "SWR" nya (Strength to weight ratio)
dan damar yang paling memenuhi syarat perbandinga swr nya. Maka sebagai pembuktian plan pun dipesan dan setelah
jadi maka pesawat itu disebut "walet".Nah bagaimana dengan potensi ini ???
pertanyaan buat saya cukup sederhana saja, bagaimanakah dengan potensi kayu lokal yang ada
di lingkungan sendiri? saya percaya wisnu bisa "mensubsisten" balsa di aspek tertentu dalam struktur
peswat model. dan setidaknya untuk memenuhi ketergantungan kebutuhan balsa???? jawabnya ga usah dijawab, tanam aja
balsa yang udah ada, setidaknya 3 tahun kedepan saya sedikit terbantu dengan cadangan
kayu yang ada. kata pak gatot, 2 tahun saya bisa dapat balsa soft dari tebangan tersebut,
kalau 3 sampai 4 tahun sudah bisa dapat soft dan regular.
salam....




