Berita PAS dan Pak Yagee
Posted: 05 Sep 2007, 11:43
RADAR SEMARANG
Rabu, 05 Sept 2007
Jumat, 20 Apr 2007
Pecinta Aeromodelling Semarang (PAS), Klub yang Berencana Dirikan Sekolah
Ajak Anak-Anak Jadi Penerbang, Ganti Pesawat yang Jatuh Jika Tak Tertib
Ricky Fitriyanto
---
Meskipun masih diminati oleh kalangan tertentu saja, hobi aeromodelling makin berkembang di Semarang. Pecinta Aeromodelling Semarang (PAS) merupakan salah satu komunitas yang menjadi tempat berkumpulnya penghobi olahraga dirgantara ini. Tak hanya sekedar berkumpul dan menyalurkan hobi, klub ini juga mempunyai rencana jangka panjang mendirikan sekolah aeromodelling. Seperti apa?
Pembentukan PAS sendiri berawal dari kumpul-kumpul sesama penghobi aeromodelling yang kerap latihan di pantai Marina setiap Minggu pagi. Untuk lebih menggairahkan hobi tersebut, para penerbang sepakat membentuk komunitas. Meskipun baru resmi dibentuk awal bulan ini, klub ini diawaki sejumlah profesional yang kerap meraih medali dalam Pekan Olahraga Nasional (PON). Sebut saja Yudi Ardian, Jono Respati, dan Puji Raharjo.
Walaupun sekilas terlihat mudah, ternyata tak gampang menerbangkan pesawat model. Menurut Ketua PAS, Andreyanto, ada aturan-aturan kedirgantaraan yang harus dipatuhi. Untuk mencegah pesawat jatuh saat latihan, setiap peserta wajib mencantumkan frekuensi gelombang remote control-nya pada frekwensi board yang disediakan. Hal ini dilakukan untuk menghindari tumpang tindih frekuensi yang sama. "Setiap remote punya gelombang sendiri. Namun adakalanya frekuensinya sama. Jika frekuensi yang sama dijalankan bersamaan, bisa menyebabkan pesawat lose control dan jatuh," terangnya.
Jika hal itu terjadi, sanksinya cukup berat. Anggota yang tidak tertib akan dikenai pinalti dengan mengganti pesawat yang jatuh serta mendapat skorsing larangan terbang selama 3 sesi latihan. Para anggota juga tak boleh menerbangkan pesawatnya ke arah shelter (tempat berkumpul saat latihan) karena dapat membahayakan anggota yang lain. Humas PAS, Agung Prasetyo menambahkan, saat latihan, masing-masing penerbang bertanggung jawab terhadap radio control dan pesawat modelnya masing-masing. "Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, setiap pemula harus didampingi senior saat menerbangkan pesawatnya," jelasnya.
Bagi pemula, Andre menyarankan untuk tidak langsung menerbangkan pesawat. Belajar terbang melalui software simulasi terbang sangat membantu pemula untuk terbang dengan baik sekaligus mengenali karakter setiap pesawat model. "Simulator ini sangat membantu. Terbang langsung di lapangan sangat beresiko. Jika pesawat jatuh, pemilik bisa shovk lebih dulu dan malah kapok terbang lagi," papar pria yang berbisnis jual beli mobil ini.
Baik Andre maupun Agung menampik jika hobi aeromodelling cukup menguras kocek. Menurut Andre, tidak semua pesawat model berharga mahal. Pesawat bahkan bisa dibuat sendiri menggunakan gabus yang biasa disebut glider. "Tidak semua aeromodelling itu pesawat bermesin. Jenis glider yang diterbangkan dengan cara dilempar juga masuk kategori aeromodelling," ungkap pria yang punya 6 pesawat model ini. Selain glider, ada pula U control, pesawat elektrik, atau yang menggunakan engine (mesin). Untuk pesawat elektrik dan engine sendiri harganya bervariasi. Mulai Rp 500 ribu hingga puluhan juta.
Agung menambahkan, anggapan mahalnya hobi tersebut hanya berlaku 4-5 tahun yang lalu. Sebab kini banyak pesawat model buatan Cina yang harganya 60 persen lebih murah daripada buatan Jerman dan Amerika. "Spare part kini juga mudah didapat. Kita juga sarankan agar tak mudah membeli pesawat baru jika ada yang rusak. Pesawat yang rusak sebisa mungkin diperbaiki atau diakali," tuturnya.
Sebagai sub dari komunitas ini, PAS juga mempunyai FMS (Flight Model School) yang bertujuan menarik khalayak, terutama anak-anak agar tertarik menekuni hobi ini. "Kita memberikan pelatihan menerbangkan pesawat, semuanya free. Tujuannya untuk mencari bibit-bibit calon atlet aeromodelling," terang dia. Dalam jangka panjang, FMS ini akan dikembangkan menjadi sekolah aeromodelling lengkap dengan kurikulumnya. Sebagai persiapan, kini Agung menargetkan merekrut 5 orang setiap bulannya.
Untuk mencari calon didikan, Agung berpromosi lewat website www.gaero.info/forum.com. Di dalamnya dia juga mengelola toko online Yagee’s Hobi yang disediakan khususnya bagi anggota PAS yang membutuhkan spare part. "Kami baru order setelah ada pesanan," katanya. Sementara untuk perbaikan pesawat model yang rusak, sejumlah anggota PAS juga mempunyai spesialisasi dalan reparasi masing-masing bagian.
p.s:
yang benar http://gaero.info/forum pak !!!
Rabu, 05 Sept 2007
Jumat, 20 Apr 2007
Pecinta Aeromodelling Semarang (PAS), Klub yang Berencana Dirikan Sekolah
Ajak Anak-Anak Jadi Penerbang, Ganti Pesawat yang Jatuh Jika Tak Tertib
Ricky Fitriyanto
---
Meskipun masih diminati oleh kalangan tertentu saja, hobi aeromodelling makin berkembang di Semarang. Pecinta Aeromodelling Semarang (PAS) merupakan salah satu komunitas yang menjadi tempat berkumpulnya penghobi olahraga dirgantara ini. Tak hanya sekedar berkumpul dan menyalurkan hobi, klub ini juga mempunyai rencana jangka panjang mendirikan sekolah aeromodelling. Seperti apa?
Pembentukan PAS sendiri berawal dari kumpul-kumpul sesama penghobi aeromodelling yang kerap latihan di pantai Marina setiap Minggu pagi. Untuk lebih menggairahkan hobi tersebut, para penerbang sepakat membentuk komunitas. Meskipun baru resmi dibentuk awal bulan ini, klub ini diawaki sejumlah profesional yang kerap meraih medali dalam Pekan Olahraga Nasional (PON). Sebut saja Yudi Ardian, Jono Respati, dan Puji Raharjo.
Walaupun sekilas terlihat mudah, ternyata tak gampang menerbangkan pesawat model. Menurut Ketua PAS, Andreyanto, ada aturan-aturan kedirgantaraan yang harus dipatuhi. Untuk mencegah pesawat jatuh saat latihan, setiap peserta wajib mencantumkan frekuensi gelombang remote control-nya pada frekwensi board yang disediakan. Hal ini dilakukan untuk menghindari tumpang tindih frekuensi yang sama. "Setiap remote punya gelombang sendiri. Namun adakalanya frekuensinya sama. Jika frekuensi yang sama dijalankan bersamaan, bisa menyebabkan pesawat lose control dan jatuh," terangnya.
Jika hal itu terjadi, sanksinya cukup berat. Anggota yang tidak tertib akan dikenai pinalti dengan mengganti pesawat yang jatuh serta mendapat skorsing larangan terbang selama 3 sesi latihan. Para anggota juga tak boleh menerbangkan pesawatnya ke arah shelter (tempat berkumpul saat latihan) karena dapat membahayakan anggota yang lain. Humas PAS, Agung Prasetyo menambahkan, saat latihan, masing-masing penerbang bertanggung jawab terhadap radio control dan pesawat modelnya masing-masing. "Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, setiap pemula harus didampingi senior saat menerbangkan pesawatnya," jelasnya.
Bagi pemula, Andre menyarankan untuk tidak langsung menerbangkan pesawat. Belajar terbang melalui software simulasi terbang sangat membantu pemula untuk terbang dengan baik sekaligus mengenali karakter setiap pesawat model. "Simulator ini sangat membantu. Terbang langsung di lapangan sangat beresiko. Jika pesawat jatuh, pemilik bisa shovk lebih dulu dan malah kapok terbang lagi," papar pria yang berbisnis jual beli mobil ini.
Baik Andre maupun Agung menampik jika hobi aeromodelling cukup menguras kocek. Menurut Andre, tidak semua pesawat model berharga mahal. Pesawat bahkan bisa dibuat sendiri menggunakan gabus yang biasa disebut glider. "Tidak semua aeromodelling itu pesawat bermesin. Jenis glider yang diterbangkan dengan cara dilempar juga masuk kategori aeromodelling," ungkap pria yang punya 6 pesawat model ini. Selain glider, ada pula U control, pesawat elektrik, atau yang menggunakan engine (mesin). Untuk pesawat elektrik dan engine sendiri harganya bervariasi. Mulai Rp 500 ribu hingga puluhan juta.
Agung menambahkan, anggapan mahalnya hobi tersebut hanya berlaku 4-5 tahun yang lalu. Sebab kini banyak pesawat model buatan Cina yang harganya 60 persen lebih murah daripada buatan Jerman dan Amerika. "Spare part kini juga mudah didapat. Kita juga sarankan agar tak mudah membeli pesawat baru jika ada yang rusak. Pesawat yang rusak sebisa mungkin diperbaiki atau diakali," tuturnya.
Sebagai sub dari komunitas ini, PAS juga mempunyai FMS (Flight Model School) yang bertujuan menarik khalayak, terutama anak-anak agar tertarik menekuni hobi ini. "Kita memberikan pelatihan menerbangkan pesawat, semuanya free. Tujuannya untuk mencari bibit-bibit calon atlet aeromodelling," terang dia. Dalam jangka panjang, FMS ini akan dikembangkan menjadi sekolah aeromodelling lengkap dengan kurikulumnya. Sebagai persiapan, kini Agung menargetkan merekrut 5 orang setiap bulannya.
Untuk mencari calon didikan, Agung berpromosi lewat website www.gaero.info/forum.com. Di dalamnya dia juga mengelola toko online Yagee’s Hobi yang disediakan khususnya bagi anggota PAS yang membutuhkan spare part. "Kami baru order setelah ada pesanan," katanya. Sementara untuk perbaikan pesawat model yang rusak, sejumlah anggota PAS juga mempunyai spesialisasi dalan reparasi masing-masing bagian.
p.s:
yang benar http://gaero.info/forum pak !!!