Enjin mati kalau nose up..
Posted: 13 Jul 2008, 20:20
mohon bantuan rekan2 tentang masalah ini...
Kalau pesawat di bikin nose up... engine dalam 10 detik langsung slow down dengan cepat dan mati.
Sejarah (mohon maaf agak panjang untuk keperluan diagnosa penyakit):
saya punya engine merek LEO-46 ABC.... murmer hehehe...
break in saya lakukan sendiri dengan berbekal info2 yang ada disini (terimakasih infonya
)... ABC mesti break in panas katanya (hampir lean). Break in berjalan mulus dan lancar dengan menggunakan fuel racik sendiri. Setelah lebih 3 tangki (3 minggu) break in dimeja, waktu break in dimeja saya angkat vertikal juga buat test kelancaran fuel, enjin nya oke-oke saja dan lancar...
Walaupun fuel masih jadi hitam, saya putuskan saja untuk test fly. Running didarat nose up lancar, terbang semua lancar akselerasi dan idle bagus... walau nggak semudah OS 50SX waktu distart... (harga dikompensasi sama otot bisep... hehehe)
ada waktu lowong, dirumah saya idupin juga... terus kemudian ada macet di trotle, saya cek ternyata baut pen silinder karburator kendor dan mengakibatkan slip pada track silindernya. Nekat saja karburator saya copot dan saya cuci pakai deterjen dan kemudian saya pasang kembali semua slo needle fast nedle semuanya lah. Setelah saya baca banyak ternyata saya telah menyentuh "daerah terlarang" dari karburator yaitu slo needle. Tapi saya cuek saja karena menurut info bisa di setel-setel... karena saya sudah menyentuh bagian terlarang, ya saya lanjut saja menyentuh bagian-bagian "vital" yang lain...
1. seperti muffler (saya bongkar) karena saya lihat keluar minyak dari sambungan engine ke muffler. packing saya ganti karena koyak (gunting sendiri kertas packing), cone mufler saya lepas (katanya nambah power). Terus semua sambungan packing seal saya tambahin lem silikon merah biar nggak bocor lagi.
2. top head cover silinder (saya bongkar juga), karena saya lihat bagian atas mesin kok basah terus kayaknya minyak bukan berasal dari rembesan glow plug jadi saya bongkar saja. Terus saya cuci lagi dengan deterjen. Bagian dalam silinder kelihatan bersih yang dekat glow saja ada kerak itam dikiiiiitt, berarti pembakaran sebelumnya oke. Kemudian setelah clear, saya pasang kembali dan tidak lupa saya tambahkan lem silikon merah antara head cover ring aluminum dan bagian atas rumah silinder biar tidak ada bocor lagi dan kemudian saya pasang dengan ketat bautnya. Tapi saya tersadar waktu itu, ada kemungkinan volume ruang bakar agak bertambah gede karena gap yang mungkin terjadi akibat penambahan lem silikon. Khawatir juga saya tekanan kompresi tidak menyentuh titik bakar akibat kemungkinan pertambahan volume.
Tadi pagi saya coba dengan waswas, sebelumnya dengan sedikit menyetel slow needle katanya perlu di tes hembus dulu pada bukaan 20%. Setelah itu ternyata engine hidup dan lancar... kemudian saya putar speed needle untuk optimum rpm dan tes jepit juga selangnya.... semua oke...
Idle agak tinggi putarannya, terus saya stel lagi slo needlenya... (keringatan juga nih main engine, seting slo needle saya nggak berani pas engine hidup)
Akhirnya saya pikir idlenya sudah cukup oke... dan kalau saya trotle up, enjin cukup respon...
TAPI.... kalau pesawat saya bikin nose up enjin dalam itungan hampir 10 detik lebih langsung mati..
Selang saya hembus kok kayaknya nggak ada yang bocor salurang tankinya.... atau teknik testing saluran fuel saya salah ya?? (saya hembus selang mufler dan saya tutup saluran fuel engine, padat dan tidak terhembus)... apa sih yang terjadi di enjin ini... tolong dong
munkin lem silikon merah mesti diganti lem biru atau apa nih.... sore ini jadi nggak terbang jadinya...
sebelumnya terimakasih atas perhatian dan bantuannya...
Kalau pesawat di bikin nose up... engine dalam 10 detik langsung slow down dengan cepat dan mati.
Sejarah (mohon maaf agak panjang untuk keperluan diagnosa penyakit):
saya punya engine merek LEO-46 ABC.... murmer hehehe...
break in saya lakukan sendiri dengan berbekal info2 yang ada disini (terimakasih infonya
)... ABC mesti break in panas katanya (hampir lean). Break in berjalan mulus dan lancar dengan menggunakan fuel racik sendiri. Setelah lebih 3 tangki (3 minggu) break in dimeja, waktu break in dimeja saya angkat vertikal juga buat test kelancaran fuel, enjin nya oke-oke saja dan lancar...
Walaupun fuel masih jadi hitam, saya putuskan saja untuk test fly. Running didarat nose up lancar, terbang semua lancar akselerasi dan idle bagus... walau nggak semudah OS 50SX waktu distart... (harga dikompensasi sama otot bisep... hehehe)
ada waktu lowong, dirumah saya idupin juga... terus kemudian ada macet di trotle, saya cek ternyata baut pen silinder karburator kendor dan mengakibatkan slip pada track silindernya. Nekat saja karburator saya copot dan saya cuci pakai deterjen dan kemudian saya pasang kembali semua slo needle fast nedle semuanya lah. Setelah saya baca banyak ternyata saya telah menyentuh "daerah terlarang" dari karburator yaitu slo needle. Tapi saya cuek saja karena menurut info bisa di setel-setel... karena saya sudah menyentuh bagian terlarang, ya saya lanjut saja menyentuh bagian-bagian "vital" yang lain...
1. seperti muffler (saya bongkar) karena saya lihat keluar minyak dari sambungan engine ke muffler. packing saya ganti karena koyak (gunting sendiri kertas packing), cone mufler saya lepas (katanya nambah power). Terus semua sambungan packing seal saya tambahin lem silikon merah biar nggak bocor lagi.
2. top head cover silinder (saya bongkar juga), karena saya lihat bagian atas mesin kok basah terus kayaknya minyak bukan berasal dari rembesan glow plug jadi saya bongkar saja. Terus saya cuci lagi dengan deterjen. Bagian dalam silinder kelihatan bersih yang dekat glow saja ada kerak itam dikiiiiitt, berarti pembakaran sebelumnya oke. Kemudian setelah clear, saya pasang kembali dan tidak lupa saya tambahkan lem silikon merah antara head cover ring aluminum dan bagian atas rumah silinder biar tidak ada bocor lagi dan kemudian saya pasang dengan ketat bautnya. Tapi saya tersadar waktu itu, ada kemungkinan volume ruang bakar agak bertambah gede karena gap yang mungkin terjadi akibat penambahan lem silikon. Khawatir juga saya tekanan kompresi tidak menyentuh titik bakar akibat kemungkinan pertambahan volume.
Tadi pagi saya coba dengan waswas, sebelumnya dengan sedikit menyetel slow needle katanya perlu di tes hembus dulu pada bukaan 20%. Setelah itu ternyata engine hidup dan lancar... kemudian saya putar speed needle untuk optimum rpm dan tes jepit juga selangnya.... semua oke...
Idle agak tinggi putarannya, terus saya stel lagi slo needlenya... (keringatan juga nih main engine, seting slo needle saya nggak berani pas engine hidup)
Akhirnya saya pikir idlenya sudah cukup oke... dan kalau saya trotle up, enjin cukup respon...
TAPI.... kalau pesawat saya bikin nose up enjin dalam itungan hampir 10 detik lebih langsung mati..
Selang saya hembus kok kayaknya nggak ada yang bocor salurang tankinya.... atau teknik testing saluran fuel saya salah ya?? (saya hembus selang mufler dan saya tutup saluran fuel engine, padat dan tidak terhembus)... apa sih yang terjadi di enjin ini... tolong dong
munkin lem silikon merah mesti diganti lem biru atau apa nih.... sore ini jadi nggak terbang jadinya...
sebelumnya terimakasih atas perhatian dan bantuannya...