sahid wrote:PROLOG: 1. Heli eng kelas 50 (aelus dg os 55 ) pirohover ampe g' kelihatan (batt rx putus kabelnya) jatuh setelah cluthbell habis terbakar... 2. Si cantiq double wing eng 91 lepas batt Rx Berkeping ditengah hutan...( hiks...kurban eyeglass kesayangan )
sahid wrote:PROLOG: 1. Heli eng kelas 50 (aelus dg os 55 ) pirohover ampe g' kelihatan (batt rx putus kabelnya) jatuh setelah cluthbell habis terbakar... 2. Si cantiq double wing eng 91 lepas batt Rx Berkeping ditengah hutan...( hiks...kurban eyeglass kesayangan )
apa yang terjadi pak sahid? pilot selamat kan?
Konektor batere ke RX putus (kemungkinan akibat solderan yg jelek dan vibrasi) saat heli sedang hover 2-3 mtr.. Akibatnya heli tak terkendali lagi dan terbang sendiri membumbung tinggi hingga jadi titik di langit.. Heli baru turun setelah clutch bell habis terbakar (lebih kurang 10 menit di atas tanpa kendali...)
Semua yg hadir disana kemarin pucat pasi selama 10 menit tsb... gak kebayang kalo heli jatuh ke areal jalan raya atau perumahan dan membawa korban...
Hikmah yg bisa diambil dari kejadian tsb, preflight check SETIAP KALI akan terbang... dan perkabelan dan electronik pada armada (heli / pesawat) dibenahi sebaik-baiknya.. Jangan pernah anggap remeh getaran (vibrasi) yang dihasilkan oleh armada (terutama engine )...
Utk pesawat, kabel batery dililit ke kanopy dan kanopy lupa dibaut. Akibatnya saat terbang, kanopy lepas dan kabel battery RX putus, maka pesawat mesin 91 meluncur tanpa kontrol. untung pesawat nose heavy dan langsung menghunjam bumi. Ultimate double wing berkeping-keping....
sahid wrote:PROLOG: 1. Heli eng kelas 50 (aelus dg os 55 ) pirohover ampe g' kelihatan (batt rx putus kabelnya) jatuh setelah cluthbell habis terbakar... 2. Si cantiq double wing eng 91 lepas batt Rx Berkeping ditengah hutan...( hiks...kurban eyeglass kesayangan )