anelah wrote:Throttle 100, 93, 85, 43, 0
atau 100, 96, 85, 53, 0
Diubah dng settingan diatas sementara ini memang angguk2 tdk tampak lagi, tapi heli menjadi cepat responsnya dan "perasaan" motor/esc lebih panas dr sebelumnya (semoga aja hanya perasaan).
Pak Anelah,
Pitch heli tidak bisa dianalisa hanya dgn angka prosentase pada pitch curve di Tx saja...harus dilakukan pengukuran secara mekanis pada main blade dg menggunakan pitch gauge.
Sekedar untuk diketahui...pitch heli biasanya memiliki range 0% - 100%...ini jika dikonversikan secara mekanis, maka sekitar -11deg s/d +11deg...Anda harus menyamakan kedua nilai ini, sehingga terjadi sinkronisasi antara setting up Tx dan setting up mekanikal pada heli. Yang saya lakukan berdasarkan
www.trextuning.com... adalah menyamakan angka 50% pada Tx(pitch curve) sehingga main blade heli membentuk sudut 5 deg...kira2 stick throttle/pitch ada di tengah...ini utk normal mode(saya gunakan saat belajar hover)
Atau menyamakan angka 50% sehingga pitch pada main blade membentuk sudut 0 deg, ini utk idle up mode(jika Anda hendak menggunakan manuver aerobatik atopun 3D).
Namun ada juga yang langsung menggunakan cara kedua yaitu 50%(pitch curve) = 0 deg.
Buat saya keduanya adalah benar, tergantung selera pilot masing2.
Aturan yang sangat mendasar..derajat pitch tidak bole melebihi dari Throttle...karena jika demikian, maka akan terjadi over load pd motor,ESC dan battery.
Kemudian..saat belajar hovering..kira2 stick ada ditengah...maka pitch harus menunjukkan 5 deg positif..dan heli harus take off...jika heli mengangguk2, maka heli mengalami kelebihan pitch, spt yg dikatakan Mas Syafik
Jika Anda menggunakan 5 point pada throttle/pitch curve di Tx, maka yang harus Anda waspadai adalah pada point ke tiga..yaitu saat pitch main blade membentuk sudut 5 derajat positif.....pada point tersebut..prosentase Throttle harus cukup besar utk menanggung 5 derajat positif ini...saya pribadi lebih suka menggunakan sekitar 86-88% utk Throttle..
Motor dan ESC pada heli terasa panas, lebih baik jangan diterbangkan dulu...derajat pitch main blade dicek dulu,Pak...dr pada terbakar...karena nampak ada indikasi bahwa antara pitch dg throttle ada ketidakserasian...ato bisa juga...terlalu rapatnya jarak antara pinion motor dg main gear..biasanya jarak yg ideal antara pinion motor dg main gear adalah diukur dg menggunakan ketebalan kertas HVS...kalo saya si pake perasaan...tidak longgar..dan tidak juga kencang...
Soal pinion pd motor, kemudian jumlah teeth pd main gear, lalu KV pada motor..memang ada rumusnya..namun itu soal menentukan head speed heli saja..terus terang saya lupa..

..soalnya yg saya tau secara nyata..heli kelas 450 EP ini jelas kuenceng banget RPM headspeed nya..hingga bisa merobek jari saya..dan memberikan bekas pada tulang kering kaki saya..ampun de..

sedangkan rumus utk pitch curve dan throttle curve..cukup sederhana..yaitu..pitch tidak bole melebihi throttle..
Untuk lebih jelasnya lagi..silahkan mampir ke
www.trextuning.com (mudah2an masi ada web site ini..hehehhe)..di sini akan lebi detail lagi, daripada yg saya paparkan di atas..mohon bantuan rekan2 senior untk Pak Anelah..
salam,
Budiman