Re:
Posted: 14 Jul 2012, 15:01
kalo di pekalongan masih ada suhu biasanya terbuat dari plastik atau kertas, untuk menerbangkannya biasanya di buat sebuah tungku pembakaran ( semacam kompor tapi di buat dengan melubangi tanah dan di kasih cerobong buat keluar asap ) bahan bakarnya biasanya pakai bekas ban dan kowolan ( potongan2 kecil kain dari sisa pembuatan batik ) yg di campur dengan lengoliyun ( minyk tanah ) untuk mempermudah pembakaran. tradisi ngecolke balon ( ngeburke balon ) ini biasanya pada hari raya idulfitri dan hari raya qurban dan perkampung biasanya bikin 3-5 balon udara yg siap di culke ( di terbangkan. dan biasanya di bawah nya ada beberapa mercon ( petasan ) yang nantinya akan njebluk ( dor dor dor mletus ) di udara. hal ini sudah menjadi tradisi dari dulu. biasanya di mulai setelah sholat id sampai selesai. dan kalo pas musim balon suasana seperti perang udaraNF wrote:.............tantangan baru nih..........ayo para grageman......
btw, balon udara panas yg masih ada dan aktif di lombakan di daerah pekalongan dan wonosobo.....