kalau boleh urun rembuk ...
rumus lift : L = 1/2 . rho . V^2 . S . Cl
- V adalah kecepatan udara pada sayap, jadi
kalau head wind : V = Vpesawat+Vangin
kalau tail wind : V = Vpesawat-Vangin
ini sebabnya kita selalu usahakan take-off atau landing head wind, karena faktor V ini sangat dominan (fungsi kwadrat)
- S adalah luas sayap. ini yg bikin wing loading perlu dibuat kecil ... semakin besar S semakin besar juga Lift nya.
- Cl adalah coefisien of Lift. besarnya ditentukan antara lain oleh airfoil dan sudut serang (AoA).
Flap ada macam2, berdasarkan posisi nya ada yg di TE ada yg di LE (slat)
berdasarkan cara kerjanya :
dikutip dari wikipediayg sering dipake di RC dg memanfaatkan aileron jadi flap (Flaperon) itu plain flap. meskipun luas sayap tidak bertambah, tapi chamber airfoil nya dan AoA nya bertambah. dan ini bikin Cl nya juga bertambah. contoh gampangnya adalah pada fungsi aileron. sisi sayap yg aileron nya turun akan membangkitkan lift yg lebih besar dibandingkan sisi sayap yg aileron nya naik, maka pesawat akan berguling. jadi kalau kedua aileron dibuat turun (jadi flap) maka kedua sisi sayap akan sama2 naik lift nya.
yg dimaksud suhu toto flap pada pesawat beneran itu fowler flap, ada yg single, double, triple, dst. disini selain Cl nya bertambah, S juga bertambah, sehingga jenis flap yg ini jadi lebih efektif ketimbang plain flap.
Karena terjadi perubahan sudut serang, biasanya juga harus ada koreksi pada elevator, bisa up, bisa down, tergantung desain pesawatnya, karena itu perlu ditambahkan mixing elevator.