Re: DIY Paratrike/parabuggy
Posted: 04 Nov 2011, 13:15
@topankaltim: wah ...
kalau kejadian nya seperti itu, bukan karena powernya om. keputusan untuk tetap take-off saat canopy miring itu yg kurang tepat.
kalau mau take-off memang harus dijaga headwind.
waktu ground-handling dulu kan gunanya untuk itu ...
- belajar ngembangin canopy dari tanah naik keatas dijaga tetap lurus,
- lalu maju dengan tetap menjaga arahnya tetap lurus.
kalau saat proses payung nya miring, lebih baik batal, jangan dipaksain full throtle ...
memang kalau nggak ada angin lebih mudah. kalau ada angin lebih susah.
selain itu, type canopy juga membantu (trainer lebih gampang naik lurus, yg advance lebih sensitif).
intinya, canopy paraglider itu di rancang untuk self glide, artinya tanpa power.
Secara natural, pilot/beban akan tergantung dibawah canopy.
saat diberi power, pilot (yg notabene juga adalah bandul/pemberat, dan powernya justru ada / mendorong di pilotnya, bukan sayap/canopy nya) akan terdorong maju sedangkan canopy masih tertinggal di belakang. kondisi ini menyebabkan sudut serang (AoA) canopy nya jadi besar dan rawan stall ataupun kebanting angin (Drag nya besar).
Jadi semakin di full throtle malah semakin gampang kebanting ...
kalau kejadian nya seperti itu, bukan karena powernya om. keputusan untuk tetap take-off saat canopy miring itu yg kurang tepat.
kalau mau take-off memang harus dijaga headwind.
waktu ground-handling dulu kan gunanya untuk itu ...
- belajar ngembangin canopy dari tanah naik keatas dijaga tetap lurus,
- lalu maju dengan tetap menjaga arahnya tetap lurus.
kalau saat proses payung nya miring, lebih baik batal, jangan dipaksain full throtle ...
memang kalau nggak ada angin lebih mudah. kalau ada angin lebih susah.
selain itu, type canopy juga membantu (trainer lebih gampang naik lurus, yg advance lebih sensitif).
intinya, canopy paraglider itu di rancang untuk self glide, artinya tanpa power.
Secara natural, pilot/beban akan tergantung dibawah canopy.
saat diberi power, pilot (yg notabene juga adalah bandul/pemberat, dan powernya justru ada / mendorong di pilotnya, bukan sayap/canopy nya) akan terdorong maju sedangkan canopy masih tertinggal di belakang. kondisi ini menyebabkan sudut serang (AoA) canopy nya jadi besar dan rawan stall ataupun kebanting angin (Drag nya besar).
Jadi semakin di full throtle malah semakin gampang kebanting ...