iwan21 wrote:Om2 semua...disini gak ada sitilah suhu , gak ada istilah newbie...
Banyak terbukti kalo buatan yg ngakunya newbie , malah lebih bagus dari buatan yg disebut suhu...
Jadi ikutan aja...biar tambah rame....
Kalau pak Rodji boleh dipanggil suhu , kalau WR mah suhu honoris causa hahaha ..
Sedikit masukan buat pak Handoyo
handoyo6299 wrote:Karena sudah di woro-woro sama penyelenggara untuk segera menyelesaikan, berikut ada sedikit progress, dari Coro PCI :
penampakan fuselagenya:
Ini bagus pak...
Seperti kata om joko , utk memperkuat corro Anda bisa pakai potongan kayu ..
Tapi utk pesawat yang tidak terlalu berat , pakai coro juga no problem ; kecuali kalau pletat pletot ; apa boleh buat bisa pakai kayu . Usahakan pakai balsa kalau ada ..
Kalau pesawat terlalu berat ( common problem pada pesawat elektrik coro ) ; maka wingloading akan besar sehingga kalau motor off pesawat tidak akan glide dengan baik .
Pletat pletot bisa muncul karena pengeleman yang keliru ; tidak simetris .
Utk itu Anda bisa bikin alat bantu siku dari gabus/ kayu ( taruh dalam fuselage ) sebelum dilem ; setelah lem kering bisa dilepas ...
Elevator dan rudder join, check dulu kesikuannya, pakai alat seadanya yi muka laci berbanding badan laci.
Jangan terlalu banyak pakai CA sehingga bercak putih nampak ...
Dipantes-pantes dulu....
Utk sayap sebaiknya chord wise alias flute searah dengan chord .
Spar sebaiknya dimundurin lagi dikit ( kira2 30 % dari leading egde ) ; sehingga airfoil terlihat lebih alami .
Secara keseluruhan rancangan Anda memang bagus
@joko : correct bro ...