sudja'i sarmo wrote:Betul, ada memang yang menomor dua kan hobby, malahan saya sendiri hobby ada di nomor 27, tetapi untuk terbang terakhir bersama Pak Djoni di Komplex Citra kemaren tetap saya utamakan karena moment tersebut tak akan terulang lagi sampai dunia kiamatpun, jadi saya akan meluangkan waktu karena peristiwa itu tak akan terulang kembali sehingga pekerjaan saya bisa saya tunda dulu. Selamat jalan Pak Djoni mudahan disuatu saat nanti saya bisa bawa pesawat ke Malang dan kita bisa terbang bareng lagi, Insyaallah.
maaf sekedar klarifikasi,saya pribadi menyatakan penyesalan saya bahwa tidak bisa menghadiri acara perpisahan dengan pak Jony,soalnya saat itu pak Hendra sedang tugas menghadiri acara asean road race di surabaya(ini perintah dari pusat dan gak bisa di tolak),maka saya membuat janji dengan pak Tedy(rosy) untuk hadir ke pal 18,hari minggu pagi saya sudah siapkan semua properti dan di saksikan oleh Mr Prakdit yang kebetulan pagi itu mampir ke rumah saya,dan saya juga kontek teman2 di Banjarbaru kapan acara main barengnya dan di tentukan sekitar jam 1siang,sambil menunggu saya kontek pak Tedy gimana jadinya beliau bilang kakinya sakit sekali dan gak mungkin untuk jalan tapi sambil menunggu waktu siapa tahu rasa sakit udah memudar maka kita brangkat teryata sampe jam 16:00 kaki pak Tedy masi sakit dan tidak memukinkan untuk jalan,maka niat saya untuk membawa property ke Pal 18 sirna sudah karena saat itu mobil di tpt saya di pakai adik ipar saya untuk menjemput mertuanya,dan sore itu saya berniat untk naik sepeda motor aja sambil membawa TREX 450 aja,tapi istri saya tidak mengijinkan karena hari sudah sore sekali.jadi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kalo ada kata-kata saya yang tidak berkenan dan ini sekedar klarifikasi agar tidak terjadi kesalah pahaman,rekan-rekan semuanya.
PEACE









