Keren nggak Bro Odie he..he... Wah, kalo mau nungguin pak Arief bisa keburu banyak angin untuk Maiden flight he..he.. Memang awalnya saya agak sedikit curiga mengenai CG nya karena memang nggak dicantumkan pada manual sheet nya. Rasanya seperti tail heavy saja walaupun telah digunakan Lipo 2200Mah, namun semua kecemasan pudar, ternyata CG nya udah ok tuh, malah dalam kecurigaan Tail Heavy ternyata Elevator nya pada posisi netral harus pada posisi Duck Tail alias nungging dikit.
Overall kalo dibanding F-18 ini lebih sulit sedikit, namun bukan berarti F-18 tidak asyik.
Suara F-18 lebih "berdesing", sedangkan A-18 lebih "bergemuruh" seolah mau menyerbu Tank ha..ha..
Karakter A-10 tidak bisa cut throttle, begitu cut throttle pesawat langsung Dive, tapi menurut saya kondisi ini malah membuat saya lebih mudah untuk landing dalam kondisi berangin. Sedangkan karakter Take Off saya pikir hand launch juga bisa, cuma agak ribet untuk tangan memegangnya. Jika hendak take off dari landasan, sebisa mungkin menaikkan throttle secara bertahap setelah pesawat mulai meluncur bisa langsung semakin cepat kita naikkan. Namun tidak dianjurkan dari posisi diam langsung di full throttle, karena pesawat langsung berubah haluan karena posisi DF yang di atas mengesankan tekanan untuk mengangkat roda depan secara mendadak. Kalau ingat Maiden pertama dan saya langsung full throttle jadi mau ketawa he..he... Iya nggak Bro Odie
Overall saya tetap mencintai si Beatifull F-18 dan si Bold A-10 tsb, sungguh hampir serupa, namun A-10 sedikit butuh skill diatas F-18, khusus nya untuk Landing.
Btw kapan kita kejar2an lagi antara Piper dan A-10 Bro Odie he..he... Pipernya kencang juga tapi nggak ada suara yach he..he.. Jadi numpang suara A-10 ku aja
Btw, ternyata main Aeromodelling kalo cuma maen heli atau pesawat aja nggak seru ya, mesti keduanya kita gunakan, jadi nggak boring Bro ha..ha..ha...
Salam