Enjin mati kalau nose up..

Tentang engine , cara perawatan dan bahan bakar

Moderator: sudjai sarmo

User avatar
MrDoms
Captain
Captain
Posts: 3196
Joined: 18 Jan 2007, 13:50
Location: Pekanbaru

Enjin mati kalau nose up..

Post by MrDoms »

mohon bantuan rekan2 tentang masalah ini...
Kalau pesawat di bikin nose up... engine dalam 10 detik langsung slow down dengan cepat dan mati.

Sejarah (mohon maaf agak panjang untuk keperluan diagnosa penyakit):

saya punya engine merek LEO-46 ABC.... murmer hehehe...
break in saya lakukan sendiri dengan berbekal info2 yang ada disini (terimakasih infonya :bow: )... ABC mesti break in panas katanya (hampir lean). Break in berjalan mulus dan lancar dengan menggunakan fuel racik sendiri. Setelah lebih 3 tangki (3 minggu) break in dimeja, waktu break in dimeja saya angkat vertikal juga buat test kelancaran fuel, enjin nya oke-oke saja dan lancar...
Walaupun fuel masih jadi hitam, saya putuskan saja untuk test fly. Running didarat nose up lancar, terbang semua lancar akselerasi dan idle bagus... walau nggak semudah OS 50SX waktu distart... (harga dikompensasi sama otot bisep... hehehe)

ada waktu lowong, dirumah saya idupin juga... terus kemudian ada macet di trotle, saya cek ternyata baut pen silinder karburator kendor dan mengakibatkan slip pada track silindernya. Nekat saja karburator saya copot dan saya cuci pakai deterjen dan kemudian saya pasang kembali semua slo needle fast nedle semuanya lah. Setelah saya baca banyak ternyata saya telah menyentuh "daerah terlarang" dari karburator yaitu slo needle. Tapi saya cuek saja karena menurut info bisa di setel-setel... karena saya sudah menyentuh bagian terlarang, ya saya lanjut saja menyentuh bagian-bagian "vital" yang lain...

1. seperti muffler (saya bongkar) karena saya lihat keluar minyak dari sambungan engine ke muffler. packing saya ganti karena koyak (gunting sendiri kertas packing), cone mufler saya lepas (katanya nambah power). Terus semua sambungan packing seal saya tambahin lem silikon merah biar nggak bocor lagi.

2. top head cover silinder (saya bongkar juga), karena saya lihat bagian atas mesin kok basah terus kayaknya minyak bukan berasal dari rembesan glow plug jadi saya bongkar saja. Terus saya cuci lagi dengan deterjen. Bagian dalam silinder kelihatan bersih yang dekat glow saja ada kerak itam dikiiiiitt, berarti pembakaran sebelumnya oke. Kemudian setelah clear, saya pasang kembali dan tidak lupa saya tambahkan lem silikon merah antara head cover ring aluminum dan bagian atas rumah silinder biar tidak ada bocor lagi dan kemudian saya pasang dengan ketat bautnya. Tapi saya tersadar waktu itu, ada kemungkinan volume ruang bakar agak bertambah gede karena gap yang mungkin terjadi akibat penambahan lem silikon. Khawatir juga saya tekanan kompresi tidak menyentuh titik bakar akibat kemungkinan pertambahan volume.

Tadi pagi saya coba dengan waswas, sebelumnya dengan sedikit menyetel slow needle katanya perlu di tes hembus dulu pada bukaan 20%. Setelah itu ternyata engine hidup dan lancar... kemudian saya putar speed needle untuk optimum rpm dan tes jepit juga selangnya.... semua oke...

Idle agak tinggi putarannya, terus saya stel lagi slo needlenya... (keringatan juga nih main engine, seting slo needle saya nggak berani pas engine hidup)

Akhirnya saya pikir idlenya sudah cukup oke... dan kalau saya trotle up, enjin cukup respon...

TAPI.... kalau pesawat saya bikin nose up enjin dalam itungan hampir 10 detik lebih langsung mati..

Selang saya hembus kok kayaknya nggak ada yang bocor salurang tankinya.... atau teknik testing saluran fuel saya salah ya?? (saya hembus selang mufler dan saya tutup saluran fuel engine, padat dan tidak terhembus)... apa sih yang terjadi di enjin ini... tolong dong
munkin lem silikon merah mesti diganti lem biru atau apa nih.... sore ini jadi nggak terbang jadinya... ](*,) ](*,)

sebelumnya terimakasih atas perhatian dan bantuannya...
User avatar
beta_james
Chief Master Sergeant
Chief Master Sergeant
Posts: 1796
Joined: 03 Apr 2007, 00:31
Location: Jakarta

Post by beta_james »

Mlm Om.......mnrt saya enggine LEO ini engine yang mendekati OS, hanya kelemahan dia bahannya sedikit kurang kokoh campurannya sehingga apabila kita terlalu kuat untuk mengencangkan baut di kaburatornya akan membuat kaburator bisa pecah bagian bahwa yang masuk kedalam body engine........

Melihat dari yang Om Doms lakukan apa sudah dicoba menyetel needlenya pada saat pesawat di nose up...........dan sambil di nose up settingan needle angin diset ulang supaya dapat lebih respon lagi.......

Met mencoba Om......
User avatar
MrDoms
Captain
Captain
Posts: 3196
Joined: 18 Jan 2007, 13:50
Location: Pekanbaru

Post by MrDoms »

nggak pernah om... akan saya coba... terus untuk slo needlenya gimana om... gimana teknik menyetel slow needle yang benar om
User avatar
beta_james
Chief Master Sergeant
Chief Master Sergeant
Posts: 1796
Joined: 03 Apr 2007, 00:31
Location: Jakarta

Post by beta_james »

Selamat mencoba klo gitu Om...........

Slow needle pertama dibuka 1,5 putaran dari Om tutup.........kemudian ditest gimana responnya pada saaat om dari idle kemudian Om buka Full throttle klo dia agak tersendat(tdk responsif) berarti Om tutup dikit lagi.......dicoba terus sampe dia bisa responsif Om........
User avatar
flytosky
Chief Master Sergeant
Chief Master Sergeant
Posts: 1791
Joined: 14 Apr 2007, 17:02
Location: Nanga Pinoh
Contact:

Post by flytosky »

kalau selang yang didalam tangki udah benar belum om? didalam tangki kan ada 1 selang rada panjang yang bisa menyentuh dinding tangki kearah manapun. coba periksa lagi apakah selang ini terhubung dengan baik ke arah karburator? sy pernah kejadian salah pasang, yang harus nya ke muffler malah ke karburator. begitu nose up, sekitar 10 detik mati engine nya. pernah juga kejadian yang sama, tapi koneksi selang semua ok, setelah diperiksa, ternyata selang didalam tangki terlipat dan ga bisa lurus sendiri (musti dikeluarin dan dilurusin)

mudah mudahan membantu
User avatar
christoffel
Chief Master Sergeant
Chief Master Sergeant
Posts: 1547
Joined: 04 Jan 2008, 13:42
Location: Pondok Chandra Surabaya

Post by christoffel »

ada banyak cara setting extra needle, ini cara yg biasa saya pake karena saya anggap paling simple tapi cukup akurat :
- setelan awal extra needle dibuka agak berlebih ...
- mesin di peak sampe RPM max ...
- tutup throttle sampe kondisi idle stabil (biasanya harus ditunggu idle beberapa detik dulu)...
- tutup selang bahan bakar yg ke karbu ... (sampe mampet) ... atau bisa juga tutup selang udaranya yg dari muffler ...
- bila rpm engine meninggi cukup banyak sebelum akhirnya mati, maka setelan extra needle masih terlalu besar (banjir)
- tutup dikit, trus coba lagi seperti diatas, sampe akhirnya saat ditutup selangnya rpm engine hanya naik dikit sebelum akhirnya mati.
NB kalau selang ditutup engine langsung mati tanpa rpm naik dulu, berarti setelan extra needle terlalu lean.

semoga bermanfaat.
User avatar
Syafik
Brigadier General
Brigadier General
Posts: 7946
Joined: 22 Jan 2007, 13:24
Location: Gresik - Surabaya
Contact:

Post by Syafik »

Wah tipsnya pak cris ringkas tapi gampang ya... bisa dicoba dipraktekkan... kalountuk heli gimana caranya ya
User avatar
MrDoms
Captain
Captain
Posts: 3196
Joined: 18 Jan 2007, 13:50
Location: Pekanbaru

Post by MrDoms »

oups... telat baca forum...

tadi barusan engine digeber lagi.... pake metoda om BJ

tapi berhubung dah keburu gelap seting di tunda...

hasil sementara, engin masih mati kalo di nose up kan... tapi dah agak lumayan lama baru mati... kalau saya perhatikan pada posisi up, selang masih full dengan minyak... tapi pas enjin mati keluar asap tipis dari karbunya...

terus karbu bagian luarnya basah.... bocor dari mana lagi nih?? ](*,) ](*,) mesti di lem biru juga nih...
User avatar
Fabian
Senior Airman
Senior Airman
Posts: 180
Joined: 18 Jan 2007, 00:42
Location: Jambi
Contact:

Post by Fabian »

Saya pake JBA 56 di pesawat Aeropet. Engine dipasang terbalik (inverted). Waktu start, pesawat dibalik, sehingga engine dalam posisi normal. Setelan idle sudah oke. Setelan High RPM juga sudah oke. Tapi begitu pesawat dibalikkan ke posisi normal (engine inverted), engine langsung mati,
Para Suhu, dalam kasus begini, apa yang salah dan mesti diperiksa?

Salam,
User avatar
Budi
Brigadier General
Brigadier General
Posts: 9685
Joined: 09 Jul 2008, 13:39
Location: JAKARTA

Post by Budi »

Fabian wrote:Saya pake JBA 56 di pesawat Aeropet. Engine dipasang terbalik (inverted). Waktu start, pesawat dibalik, sehingga engine dalam posisi normal. Setelan idle sudah oke. Setelan High RPM juga sudah oke. Tapi begitu pesawat dibalikkan ke posisi normal (engine inverted), engine langsung mati,
Para Suhu, dalam kasus begini, apa yang salah dan mesti diperiksa?

Salam,

Coba di urut/periksa slang utk knalpot/isi/carb sudah benar belum. Saya pernah terbalik antara selang knalpot dan selank ke carburator. Sama kejadiannya.........mudah2an berhasil
Post Reply

Return to “Engine”