hadi wrote:Ada beberapa tipe airfoil :
Flat-Bottom
Biasanya untuk trainer awal, memiliki lift coefficient (daya angkat) yg tinggi, psw lambat. Manuver terbatas.
Semi-Simetris
Untuk trainer lanjutan,psw lebih cepat, dehidral lebih sedikit, dan psw mulai dapat bermanuver basic.
Under Chamber
Untuk psw yg lebih lambat (slow flyer) , atau yang memerlukan Reynolds Number rendah ( mungkin dibawah 20000), Lift tinggi pada slow speed, drag juga tinggi
Fully Simetris
Untuk psw aerobatik, Reynolds number diatas 100000 -an, Lift dihasilkan oleh wiing incident terhadap flight path.
Hobbico Trainer biasanya flat bottom, cocok utk pemula yang pengen psw slow dan bisa self-corecting (misal nya kl abis banking, bisa kembali level )
http://www.flyingsites.co.uk/newcomers/ ... s/semi.gif[/img
Jadi pemilihan antara trainer dengan airfoil Flat bottom atao semi semitris tergantung kebutuhan pemakai.
Keuntungan trainer dg semi simetris antara lain, sdh siap untuk beberapa manuver basic yang tidak dapat dilakukan dg trainer flat bottom.
Kerugiannya, trainer ini mungkin kurang cocok utk pemula yg bener2 awal , karena terlalu cepat dan kurang self-correcting ( krn dihedral nya juga sedikit ).
Aduh, ngantuk nih, ntar aku lanjut lagi deh sharing info nya..
BTW, selain AT 40 H, juga ada AT 40 L Low wing ( sport ) trainer.
pak hadi mau nanya dulu nih, klo mau menentukan tickness nya dari airfoil bagaimana?






. Banyak mau tanya ini, tapi OOT ga ya ?