lagi bingung, kok barang2 yg lama naik jg di hobby shop........padahal kan mereka belinya pake dollar lama.....
Crisis Global, Harga Naik ????
Moderator: shaify
- Redblur
- Lieutenant Colonel

- Posts: 4324
- Joined: 01 Apr 2007, 19:48
- Location: Cinere
- Contact:
- sutana
- Senior Airman

- Posts: 108
- Joined: 15 May 2008, 14:27
- Location: indramayu-jkt
- Bambang Riyanto
- Senior Airman

- Posts: 150
- Joined: 25 Mar 2008, 12:23
- Location: Jogjakarta
- Contact:
sebenarnya saya sudah posting masalah harga tidak naik dari 3 minggu yang lalu, tapi kayaknya dihapus sama ............, makanya diposting saya yang terakhir, saya minta postingan saya tidak dihapus.
Jujur saja sebelum krisis ini terjadi saya sudah purchase ke masing2 suppliers 5x dari penjualan dengan harga lama
jadi saya punya stok bisa tahan sampai 2-3 bulan ke depan.
Semoga krisis ini cepat berlalu dan harga bisa normal lagi
Horas aeromodelling Nusantara.............
Jujur saja sebelum krisis ini terjadi saya sudah purchase ke masing2 suppliers 5x dari penjualan dengan harga lama
jadi saya punya stok bisa tahan sampai 2-3 bulan ke depan.
Semoga krisis ini cepat berlalu dan harga bisa normal lagi
Horas aeromodelling Nusantara.............
- Ravenchan
- Gaero Public Relation

- Posts: 2844
- Joined: 31 May 2007, 11:07
- Location: M-E-D-A-N
- Contact:
- flytosky
- Chief Master Sergeant

- Posts: 1791
- Joined: 14 Apr 2007, 17:02
- Location: Nanga Pinoh
- Contact:
Blur, masalah nya gini lho (juga buat teman teman yang lain yang sering komplain soal harga item di HS pada naik).
harga lama katakanlah kit pesawat trainer 80USD. nilai tukar USD waktu itu Rp. 9000 rupiah yang berarti harga modal pesawat itu Rp. 720.000. kemudian pesawat itu dijual Rp. 1.000.000. lumayanlah masih ada untung Rp. 280.000
sekarang USD melonjak (kita ambil aja yang tertinggi) ke Rp. 12.500, harga kit pesawat tadi tetap sama 80USD. jadi kalau dirupiahkan, tuh pesawat modalnya aja udah Rp. 1.000.000. mau dijual berapa? tetap 1juta? ok bisa, karena mengingat harga lama yang cuman 720.000. toh masih untung toh? nah, masalah baru muncul kalau stok pesawat itu habis. mau stok pesawat lagi, modal aja udah 1juta / pesawat. lantas untung yang kemaren sia sia dong?
mungkin bagi sebagian teman teman yang kerja kantoran / PNS ga akan berpikir sampai kesitu. tapi bagi teman teman yang berwiraswasta seperti rekan rekan HS, jelas pikiran seperti ini selalu ada. bukan masalah kita mau untung lebih banyak atau tidak, tapi lebih ke mempertahankan nyawa bisnis. mau toko HS pada tutup gara gara USD yang semakin meningkat? saya percaya teman teman yang berwiraswasta juga ingin menjual barang barang bagus dengan harga serendah mungkin. tapi dengan krisis global seperti ini, kita ga bisa menghindar. jangan protes, jangan bersikap seperti anak manja yang kehilangan permen. toh yang kena krisis bukan cuman kita aja, seluruh dunia kena. kita hanya bisa berdoa agar krisis global ini segera berakhir.
sy tulis begini bukan karena sy berpihak pada HS apalagi pada Om Bambang selaku TS. belanja di HS om Bambang aja belum pernah. sy tulis ini semata mata sy rada jengkel juga dengan suara suara (bukan hanya di forum tercinta ini saja lho ya) yang pada protes harga harga naik. mau protes dengan siapa coba? Tuhan? yah, salahkan Tuhan aja kalau berani karena mengijinkan krisis ini terjadi. mau gimana lagi, bukan yang dagang sengaja menaikkan barang koq.
jangan tersinggung ya, hanya menyampaikan uneg uneg. hehehe...
buat om Bambang, Salut om! semoga lancar jaya makmur terus.
harga lama katakanlah kit pesawat trainer 80USD. nilai tukar USD waktu itu Rp. 9000 rupiah yang berarti harga modal pesawat itu Rp. 720.000. kemudian pesawat itu dijual Rp. 1.000.000. lumayanlah masih ada untung Rp. 280.000
sekarang USD melonjak (kita ambil aja yang tertinggi) ke Rp. 12.500, harga kit pesawat tadi tetap sama 80USD. jadi kalau dirupiahkan, tuh pesawat modalnya aja udah Rp. 1.000.000. mau dijual berapa? tetap 1juta? ok bisa, karena mengingat harga lama yang cuman 720.000. toh masih untung toh? nah, masalah baru muncul kalau stok pesawat itu habis. mau stok pesawat lagi, modal aja udah 1juta / pesawat. lantas untung yang kemaren sia sia dong?
mungkin bagi sebagian teman teman yang kerja kantoran / PNS ga akan berpikir sampai kesitu. tapi bagi teman teman yang berwiraswasta seperti rekan rekan HS, jelas pikiran seperti ini selalu ada. bukan masalah kita mau untung lebih banyak atau tidak, tapi lebih ke mempertahankan nyawa bisnis. mau toko HS pada tutup gara gara USD yang semakin meningkat? saya percaya teman teman yang berwiraswasta juga ingin menjual barang barang bagus dengan harga serendah mungkin. tapi dengan krisis global seperti ini, kita ga bisa menghindar. jangan protes, jangan bersikap seperti anak manja yang kehilangan permen. toh yang kena krisis bukan cuman kita aja, seluruh dunia kena. kita hanya bisa berdoa agar krisis global ini segera berakhir.
sy tulis begini bukan karena sy berpihak pada HS apalagi pada Om Bambang selaku TS. belanja di HS om Bambang aja belum pernah. sy tulis ini semata mata sy rada jengkel juga dengan suara suara (bukan hanya di forum tercinta ini saja lho ya) yang pada protes harga harga naik. mau protes dengan siapa coba? Tuhan? yah, salahkan Tuhan aja kalau berani karena mengijinkan krisis ini terjadi. mau gimana lagi, bukan yang dagang sengaja menaikkan barang koq.
jangan tersinggung ya, hanya menyampaikan uneg uneg. hehehe...
buat om Bambang, Salut om! semoga lancar jaya makmur terus.
- atari7up
- Major

- Posts: 3815
- Joined: 06 May 2008, 10:10
- Location: Medan - Maryland Field (D.A.C)
- Arrayan
- Technical Sergeant

- Posts: 515
- Joined: 27 Aug 2008, 19:14
- Location: Green Rock
- Contact:
Situasi Krisis ini memang butuh " SUPER MAKLUM & PENGERTIAN " dari kita semua - satu sisi HS perlu tetep eksis, satu sisi lagi kita sbg konsumer butuh harga 'WAJAR'. Yang repotnya ... ada tuh HS yg matok rate over ke 13500 , sedangkan paypal aja kursnya cuman 12700 - ya udh saya pilih order ke luar pake paypal aja ...
- Kang Dadan
- Staff Sergeant

- Posts: 411
- Joined: 24 Oct 2008, 16:29
- Location: BANDUNG
- Contact:
