Seting Trotle & Pich helly
- Kiki_54
- Major

- Posts: 3559
- Joined: 26 Oct 2007, 20:08
- Location: Cirebon
- Contact:
Seting Trotle & Pich helly
Saya memang sudah setahun seneng dengan Aeromodeling, tetapi urusan seting menyeting 0,0.........karena seting dilakukan oleh senior2 saya (FIHA dan Swowman).
Tadi malem saya coba2 buka radio, dan melihat setingan Trotle dan pitck Hirobo dan Trex saya, kok angka2nya beda dengan yang tertulis di ,manual book, apakah seting tidak harus sama dengan panduan di manual book?
Mohon komentar para senior yang berpengalaman dibidan Helly
Tadi malem saya coba2 buka radio, dan melihat setingan Trotle dan pitck Hirobo dan Trex saya, kok angka2nya beda dengan yang tertulis di ,manual book, apakah seting tidak harus sama dengan panduan di manual book?
Mohon komentar para senior yang berpengalaman dibidan Helly
- Syafik
- Brigadier General

- Posts: 7946
- Joined: 22 Jan 2007, 13:24
- Location: Gresik - Surabaya
- Contact:
Halo pak dadang...
Kebanyakan yang sudah terbiasa menerbangkan heli tidak terlalu berpatokan pada manual, dengan mencoba dan merasakan karakter helinya pasti setting bisa beda2 antara heli satu dan heli lain... apalagi setting pitch curve, tentu angka2 di tx tidak jaminan sesuai kondisi pada helinya karena yang dilihat adalah sudut pitch blade menggunakan pitch gauge sedangkan angka2 di menu pitch menyesuaikan aja...
Kalau throtle curve juga relatif antara pilot 1 dengan pilkot lainnya, kalau menggunakan setting standar bisa sesuai manual tapi kadang tidak puas sehingga harus ditambah dan dikurangi sendiri...
Kebanyakan yang sudah terbiasa menerbangkan heli tidak terlalu berpatokan pada manual, dengan mencoba dan merasakan karakter helinya pasti setting bisa beda2 antara heli satu dan heli lain... apalagi setting pitch curve, tentu angka2 di tx tidak jaminan sesuai kondisi pada helinya karena yang dilihat adalah sudut pitch blade menggunakan pitch gauge sedangkan angka2 di menu pitch menyesuaikan aja...
Kalau throtle curve juga relatif antara pilot 1 dengan pilkot lainnya, kalau menggunakan setting standar bisa sesuai manual tapi kadang tidak puas sehingga harus ditambah dan dikurangi sendiri...
- sevenslidegrills
- Chief Master Sergeant

- Posts: 1527
- Joined: 03 Jul 2007, 00:33
- Location: SBY-MDR
- Contact:
Idem ma om syafik.
Untuk Pitch Curve dan throtle curve harus di set dg heli kita masing2 dan tidak bisa berpatokan dg manual ato mungkin heli teman. Karena disini hubungannya adalah karakter heli dan karakter pilotnya sendiri. Jadi sulit sekali klo angka2 di tx di samakan dg manual ato tx teman.
Jadi om dadang harus siapkan Pitch Gauge untuk setting Pitch dan coba terbang helinya untuk tahu apa setting pitch dan throtle sudah pas dg selera om dadang.
Salah satu yg mengasyikkan dari hobby ini adalah setting dan utak-atiknya om.
Untuk Pitch Curve dan throtle curve harus di set dg heli kita masing2 dan tidak bisa berpatokan dg manual ato mungkin heli teman. Karena disini hubungannya adalah karakter heli dan karakter pilotnya sendiri. Jadi sulit sekali klo angka2 di tx di samakan dg manual ato tx teman.
Jadi om dadang harus siapkan Pitch Gauge untuk setting Pitch dan coba terbang helinya untuk tahu apa setting pitch dan throtle sudah pas dg selera om dadang.
Salah satu yg mengasyikkan dari hobby ini adalah setting dan utak-atiknya om.
- andre77
- Senior Master Sergeant

- Posts: 1472
- Joined: 17 Jan 2007, 14:38
- Location: BANJARMASIN
- Contact:
- sahid
- Lieutenant Colonel

- Posts: 4448
- Joined: 06 May 2008, 11:38
- Location: Pekanbaru. LA.Club, P A S C
- Contact:
Pengalaman pribadi, karena baru di "dunia ini " ketika setting blt cp tanpa pich gauge...hanya melihat waktu trortle naik..swash tetap rata dan blade harus berubah sudutnya ( hanya diamati
) ternyata heli udah bisa hover....ngrakit knight eng 50 ngikuti manual...( horns servo mesti 90 degree, L arm mesti 90 degree..dst...dst ) ternyata sudut ptch masih negatif sampai gimbal thortle udah 3/4 kebayang full thortle dpt sdt berapa...padahal dibuat plek dg manualnya ( baik mekanik maupun setting non mekanik, setting tx ). ksimpulan sementara : krn kita yang nerbangkan kita yang nyeting, makanya kita jg yag tw persis untuk mengatur angka2 setelah setting mekaniknya ( perangkat keras ) ketemu....sekedar numpang CURHAT karena sempat mumet selama 1 minggu....Anggapan awal Eng ITU NGERI BANGET...

) ternyata heli udah bisa hover....ngrakit knight eng 50 ngikuti manual...( horns servo mesti 90 degree, L arm mesti 90 degree..dst...dst ) ternyata sudut ptch masih negatif sampai gimbal thortle udah 3/4 kebayang full thortle dpt sdt berapa...padahal dibuat plek dg manualnya ( baik mekanik maupun setting non mekanik, setting tx ). ksimpulan sementara : krn kita yang nerbangkan kita yang nyeting, makanya kita jg yag tw persis untuk mengatur angka2 setelah setting mekaniknya ( perangkat keras ) ketemu....sekedar numpang CURHAT karena sempat mumet selama 1 minggu....Anggapan awal Eng ITU NGERI BANGET...

- Kiki_54
- Major

- Posts: 3559
- Joined: 26 Oct 2007, 20:08
- Location: Cirebon
- Contact:
- Syafik
- Brigadier General

- Posts: 7946
- Joined: 22 Jan 2007, 13:24
- Location: Gresik - Surabaya
- Contact:
Selamat pak dadang, dengan mencoba sendiri akan semakin tau soul dari heli kita
Saya juga sering nyetting karena gak ada pitch gauge, kepaksa hanya dilihat degnan mata telanjang aja sudutnya, trus dicoba terbang kalau terasa kurang ditambahi lagi hehehe, gak pake ukur2an... repotnya kalau pitch gauge bikin sendiri malah kadang sering gak punya, banyak yang minta sih...
Saya juga sering nyetting karena gak ada pitch gauge, kepaksa hanya dilihat degnan mata telanjang aja sudutnya, trus dicoba terbang kalau terasa kurang ditambahi lagi hehehe, gak pake ukur2an... repotnya kalau pitch gauge bikin sendiri malah kadang sering gak punya, banyak yang minta sih...
- Budiman
- Chief Master Sergeant

- Posts: 1894
- Joined: 17 Jan 2007, 15:27
- Location: bekasi-surabaya
- Contact:
alo Pak Dadang,
setting memang tidak harus sama dgn manual book...tapi intinya..throttle harus lebih besar dr pitch..utk effisiensi power...kalo sebaliknya bisa fatal akibatnya...kalo ga ESC cut off..ya ESC bisa berasap..ini utk heli electric..
Penggunaan pitch gauge..sangat penting si..tapi balik ke pilot masing2...patokannya..50% di Tx = 0 deg di pitch..
demikian semoga bisa membantu,
salam,
budi
setting memang tidak harus sama dgn manual book...tapi intinya..throttle harus lebih besar dr pitch..utk effisiensi power...kalo sebaliknya bisa fatal akibatnya...kalo ga ESC cut off..ya ESC bisa berasap..ini utk heli electric..
Penggunaan pitch gauge..sangat penting si..tapi balik ke pilot masing2...patokannya..50% di Tx = 0 deg di pitch..
demikian semoga bisa membantu,
salam,
budi
- Adi_MS
- Airman First Class

- Posts: 64
- Joined: 02 Nov 2007, 12:52
- Location: Samarinda (Kaltim)
- Contact:
Jadi tambahan ilmu nih karena barusan udah selesai build Trex terus lanjut ke setting.
@Om Budiman, utk 50% di Tx = 0 deg di pitch itu apakah juga berlaku kalo setingan buat hover aja? Karena di manualnya Trex, kalo di Tx paling bawah (low) maka pitch = 0 deg. Atau bagaimana, mohon penjelasannya karena masih belajar terus gak ada yang dampingi buat seting-setingan nih. Sementara saya pake yg 0% Tx = 0 deg pitch, tapi masih belum bisa terbang karena masih ada masalah lain (cuma bingung mau post dimana tuk nanya).
Makasih, wassalam.
@Om Budiman, utk 50% di Tx = 0 deg di pitch itu apakah juga berlaku kalo setingan buat hover aja? Karena di manualnya Trex, kalo di Tx paling bawah (low) maka pitch = 0 deg. Atau bagaimana, mohon penjelasannya karena masih belajar terus gak ada yang dampingi buat seting-setingan nih. Sementara saya pake yg 0% Tx = 0 deg pitch, tapi masih belum bisa terbang karena masih ada masalah lain (cuma bingung mau post dimana tuk nanya).
Makasih, wassalam.
- Budiman
- Chief Master Sergeant

- Posts: 1894
- Joined: 17 Jan 2007, 15:27
- Location: bekasi-surabaya
- Contact:
Adi_MS wrote:Jadi tambahan ilmu nih karena barusan udah selesai build Trex terus lanjut ke setting.
@Om Budiman, utk 50% di Tx = 0 deg di pitch itu apakah juga berlaku kalo setingan buat hover aja? Karena di manualnya Trex, kalo di Tx paling bawah (low) maka pitch = 0 deg. Atau bagaimana, mohon penjelasannya karena masih belajar terus gak ada yang dampingi buat seting-setingan nih. Sementara saya pake yg 0% Tx = 0 deg pitch, tapi masih belum bisa terbang karena masih ada masalah lain (cuma bingung mau post dimana tuk nanya).
Makasih, wassalam.
Alo Mas Adi M_S,
Sebelumnya saya mau berbagi sejenak soal kenapa 50% pd Tx harus menunjukkan 0 deg pada pitch.
Pitch total pada heli umunya,khususnya T-REX 450 adalh berkisar antara -11 deg sampai dengan +11 deg...derajat pitch ini diwakilkan oleh prosentase pada nilai di Tx sebagai 0% sampai dengan 100%..
Jadi adalah sebagai berikut...
0% di Tx = -11 deg pitch
50% di Tx = 0 deg pitch
100% di Tx = +11 deg pitch
Pada normal flight termasuk hover...pitch yg dibutuhkan adalah pada nilai pitch positif saja...jadi antara 0 deg sampai dengan +11 deg...jadi nilai prosentase yg ada di Tx adalah berkisar antara 50% sampai dengan 100% saja.
Manual book dr T-rex memang menunjukan utk point 1 dr pitch curve menggunakan 0 deg...jadi wajar saja sebenarnya jika Anda memakai 0 deg utk normal flight(hover)
Tapi pada perkembangan selanjutnya..0 deg pitch pada point 1 (low) dr pitch curve utk normal flight(termasuk hover) sudah mulai tidak begitu banyak diminati....alasannya..pada kondisi berangin,heli akan susah utk diajak landing dgn cepat...apalgi jika Anda menggunakan main blade ukuran 325...dimana wind loading-nya akan sangat besar..heli nampak seperti mengapung-apung di udara...
Kebanyakan pilot heli memulai pitch curve utk normal flight pada -4 deg ato -3 deg,utk mengantisipasi hal diatas...
Saran saya,Anda coba dulu bagaimana rasanya menggunakan awalan 0 deg baru kemudian diganti dgn menggunakan awalan -4 deg...lalu dibandingkan..
Oh ya,Mas Adi...silahkan saja diutarakan saja kenapa helinya belum bisa terbang..mungkin kami bisa membantu menemukan solusinya...
Demikian semoga bisa membantu dan memberikan ide kepada Anda
Salam,
Budi