toto wrote:artinya kalau enggak salah dan hasil konsultasi dengan pa'lik budiman yang sedang nun di tengah lautan bertengger di suatu platform sambil baca2 forum gaero diantara waktu kerjanya ... jadilah diri mu sendiri seperti sedia kala ... atau dengan kata lain enggak usah ingin jadi/seperti orang lain .... gitu loh dan di cerita pewayangan ada suatu episoda yang cukup menarik dengan judul Petruk jadi Ratu, nah bisa di bayangkan kan jalan ceritanya ...![]()
nah nanti kalau tiba2 ada ide dari sang isteri bikin judul ............ Seandainya Suamiku Pecandu Olah Raga Lari Marathon .... gimana ya merespon nya ..............![]()
nah gituh deh menurut saya ya alamiah saja enggak perlu di gimanakan gituh .... hal ini karena dan mungkin hanya terjadi di lingkungan rekan2 SJAC aja ya soal menjalankan hobby aeromodelling, setidak tidaknya antara lain berkaitan dengan :
1. sebelum dan sesudah berkeluarga; atau
2. sebelum memiliki dan sesudah dikarunia momongan baik anak maupun cucu; atau
3. perubahan kondisi pekerjaan; atau
4. lokasi tempat bekerja; atau
5. tuntutan prioritas keluarga.
intinya kita semua bersyukur dengan kondisi apapun yang terjadi sepanjang kita masih diberikan kesehatan lahir dan bathin serta mendapatkan dukungan dari keluarga dengan atau tanpa kehadirannya secara langsung di samping kita2 saat menyalurkan hobby aeromodelling ini .... yang penting seperti apa yang sudah dijadikan pengangan bahwa lakukan hobby ini dengan keterbukaan dan dibicarakan bersama ........................... MERDEKA
selanjutnya saya mohon maaf yang setinggi tingginya (bagi sesama aeromodelller) dan sedalam dalamnya (untuk sesama penyelam) serta seluas luasnya (bagi yang sedang mencari lokasi tempat bermain) apabila tidak berkenan dengan uraian saya tersebut di atas ...........![]()
salam
Cukup jelas uraiannya eyang,...
Karakter setiap orang memang berbeda, utamanya para istri dalam menyikapi hobi suami...
Intinya hidup harus seimbang,...kalo ngga begitu kita bisa kebablasan dalam mengumbar hobi,...




