Forum rules
Room Cerita Kita dimaksudkan untuk berbagi cerita mengenai kisah menarik dalam menekuni hobby aeromodelling .
Jangan ada topik lain seperti : survey , review , salam perkenalan dll .
Thread yang terlalu singkat , akan dihapus atau dipindah ke room latihan posting .
Persiapkan Thread Anda dengan baik dan menarik . Selamat berbagi cerita .
ahmadbenny wrote:Wahh....jangan om,bahaya buat engine... masalah'y gk ad feedback,yang nahan suplay gas baru yg masuk kruang bakar,akibat,y mesin jadi over heat,selanjut'y piston bsa macet....langsung dah cut.......gubrak......crash....
Suhu Toye. Terbang tanpa knalpot tidak masalah, juga tidak membuat mesin jebol. Yang penting kita setting engine dengan benar pada kondisi tanpa knalpot. Fungsi knalpot yang utama adalah peredam suara, jadi tanpa knalpot suaranya akan sangat keras. Sedangkan fungsi tambahannya antara lain memberikan tekanan pada tangki bahan bakar. Dengan adanya tekanan ini, maka supply bahan bakar ke karburator akan lebih ringan. Tapi karburator sendiri mempunyai fungsi menghisap (setelah mesin menyala) karena adanya udara yang tersedot kedalam mesin. Jadi coba setel saja engine tanpa knalpot dengan benar, memang ada kekurangannya karena tidak adanya tekanan didalam tangki.
sahid wrote: akan berbahaya juga ketika terbang inverted....karena otomatis letak tangki jg lebih rendah dr carbu...akibatnya ya sama...pasokan fuel kurang atau dipaksa ngelean, spt kt udha Budiman...salah satu fungsi " kenalpot' kan memompa fuel dr tanki bbm...
@ om sahid, Bagaimana jika tank diposisikan sejajar dengan carburtor ? dih,arapkan bahan bakar akan tetap mengalir walau dalam kondisi invert terkecuali peasawat terbang 180° menuju langiit?
terima kasih atas saran,ide,dan masukannya.semuanya jadi bahan pertimbangan experimen saya,untuk sementara saya mau bikin semacam turbin untuk menekan fuel bentuknya mungkin di bikin seperti rudal biar rada sangar.turbinnya baru di gambar dulu,saya gunakan fan cooled bekas CPU untuk baling2 nya material yg lainnya masih saya cari di tukang rongsokan
walah ... koq berkembang jadi rumit begini, sampai pake turbin segala ... terbang nggak pake knalpot sebenarnya sudah sering di lakukan aeromodeller jaman dahulu. silahkan saja tanya pak de justinus .. bukan apa2 sih, cuman kalau knalpot hilang, susah cari gantinya ... jaman dahulu belum banyak LHS seperti sekarang ...
nggak usah pake syarat macam2, cukup lepas knalpot, lalu setel ulang needle nya seperti biasa ... juga harus agak rich karena dinamika tekanan nya bakal lebih lebar ... thats it ...
efek samping nya, power engine bakal turun (tidak optimal) karena muffler disini selain meredam bunyi juga digunakan untuk mengatur tekanan balik ke mesin, akibatnya rpm max engine akan turun ....
Charles wrote:Bisa koq om, terbang tanpa knalpot dan aman. Saya pernah lihat, selang angin yang dari tangki ke knalpot, dipasang semacam corong (bisa pake bekas spet/suntikan yang dipotong). Si corong dipasang dibelakang propeler menghadap ke depan. Jadi angin tiupan propeler sebagian ditangkap corong dan masuk ke tangki untuk meniup/memompa fuel masuk ke karburator. Pesawat tetap bisa jungkir balik tanpa mesin mati. Tapi itu tadi, suaranya, bisa bikin orang sekampung ngamuk...
om Charles, justru suara kenceng yg di cari , terbangnya harus di lokasi yg jauh dr pemukiman, klu di wakatobi cocok tuh...
saya jadi sedikit terusik nih dengan commentnya Om Pitra.... Betul, justru suaranya itu yang menambah racun makin menerbaarrr... Apalagi suara orang bicara disini, atau suara orang ngobrol aja bisa ngalahin suaranya engine OS 46 full throttle...(karena diselingi suara debur ombak ) jadi supaya orang datang rame2, knalpot harus bersuara superr..